Ratusan Pelanggaran di Jalur KTL

Mataram (Suara NTB) – Operasi Patuh Gatarin 2017 sudah berjalan selama 10 hari. Polres Mataram mencatat 1.560 kasus pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran masih terjadi di jalur Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).

Pekan kedua Ops Patuh Gatarin 2017 semakin gencar, dalam satu hari hampir setiap titik jalan protokol bergantian dilaksanakan razia. Utamanya KTL di Jalan Langko hingga Jalan Pejanggik.

Iklan

“Pelanggaran di jalan utama yang masuk dalam KTL mencapai 284 kasus,” kata Kasubbaghumas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa dikonfirmasi Jumat, 19 Mei 2017.

Sementara pelanggaran di jalur alternatif tercatat 1.061 kasus, dan di jalur tengah 15 kasus. Ia menyebutkan, pelanggaran tertinggi dilakukan pengendara roda dua yakni 1.522 pelanggaran.

Menyusul kemudian kendaraan umum penumpang 8 kasus, mobil barang 6 kasus, dan truk 4 kasus. Pelanggaran tertinggi berupa pengendara motor yang tidak menggunakan helm.

“689 kasus pelanggaran. Mengindikasikan keselamatan berkendara belum menjadi kebutuhan. Tetapi secara umum ada peningkatan kesadaran,” jelasnya.

Urutan jenis pelanggaran terbanyak selanjutnya yakni, 282 kasus pengendara tidak dapat menunjukkan SIM, 239 kasus kendaraan tidak lengkap, 172 kasus tidak dapat menunjukkan STNK.

130 kasus melanggar rambu lalu lintas, 19 kasus pengemudi tanpa sabu pengaman, 15 kasus kendaraan melawan arus, 5 kasus kendaraan terbuka mengangkut penumpang, dan 9 kasus kendaraan tanpa nomor plat.

Arnawa menguraikan, pelaku pelanggaran didominasi pekerja swasta, menyusul kemudian 393 mahasiswa, 228 pelajar, dan 51 aparatur sipil negara (ASN).

Ia mengimbau, penindakan yang dilakukan kepolisian saat ini adalah upaya untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas. Hal itu diantisipasi karena diprediksi pengguna jalan akan meningkat pada saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. (why)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here