Ratusan Pekerja Terkena PHK Selama Pandemi

T Wismaningsih Drajadiah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB mencatat ratusan orang pekerja di NTB terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut terjadi akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang berlangsung sejak Maret lalu.

“Sebanyak 587 orang yang kena PHK. Kalau PHK besar-besaran belum ada laporannya,” ujar Kepala Disnakertrans NTB, T Wismaningsih Drajadiah saat dikonfirmasi, Selasa, 22 September 2020. Menurutnya, sampai saat ini belum tercatat adanya penambahan angka PHK tersebut.

Iklan

Di sisi lain, dengan membaiknya kondisi perusahaan di beberapa sektor diproyeksikan pihaknya akan mendorong perputaran baru penyerapan tenaga kerja. Terutama melihat geliat dunia usaha sejak Juni – September untuk sektor pariwisata.

“Kondisi usaha kita mulai membaik. Seperti dari sektor pariwisata ini yang sudah mulai melakukan beberapa kegiatan-kegiatannya walupun masih terbatas,” ujar Wismaningsih. Selain itu, walaupun sampai saat ini jumlahnya masih sangat minim, masing-masing unit usaha disebutnya telah mulai mempekerjakan kembali para pekerja yang sempat dirumahkan.

Mengikuti hal tersebut pihaknya berharap tidak terjadi PHK lagi sebagai dampak pandemi. Jika situasi sekarang dirasa masih berat, pihaknya merekomendasikan masing-masing unit usaha agar mengedepankan musyawarah.

Hal tersebut untuk menghindari peningkatan potensi PHK di NTB. Dicontohkan seperti yang terjadi pada beberapa pekerja perusahaan di luar daerah yang justru saat ini tengah was-was terkena PHK karena situasi yang dinilai semakin sulit. “Kalau di kita belum ada kita informasi seperti itu. Justru sekarang usaha mulai bergerak di NTB,” jelasnya.

Di sisi lain, terjadinya PHK di tengah pandemi saat ini diakui turut mempengaruhi jumlah pengangguran yang ada. Di mana angka pengangguran sementara tercatat mencapai 15 ribu orang dari pekerja yang dirumahkan.

Kendati demikian, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kondisi pekerja yang dirumahkan tersebut. “Itu belum ada laporan. Kita masih cek lagi, tapi yang dirumahkan sudah ada yang kembali kerja,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Lalu Moh. Fauzal, menerangkan berdasarkan catatan pihaknya total pekerja sektor pariwisata yang terkena PHK mencapai 750 orang. “Ini yang di-PHK total, di luar dapat pembagian paruh kerja atau yang dirumahkan,” ujarnya.

Untuk menanggulangi dampak secara ekonomi, pihaknya telah merekomendasikan pekerja yang terkena PHK tersebut untuk bisa diakomodir melalui program bantuan Kartu Prakerja. “Jadi dengan itu stimulus diberikan pemerintah, diharapkan dapat disalurkan dengan lebih merata,” tandasnya. (bay)