Ratusan Juta Bantuan Gempa Dikembalikan ke Pusat

Ahmad Muzaki. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram menyiapkan pengembalian dana bantuan gempa 2018 untuk perbaikan rumah korban terdampak kategori rusak sedang dan rusak ringan. Anggaran Rp915 juta tersebut harus dikembalikan karena puluhan masyarakat yang terdaftar tidak memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram sekaligus Pejaat Pembuat Komitmen Penanganan Gempa Kota Mataram, Akhmad Muzaki, menerangkan berdasarkan catatan pihaknya setidaknya ada 69 Kepala Keluarga (KK) yang harus dikeluarkan dari daftar penerima bantuan. Jumlah tersebut diambil dari 1.408 KK penerima yang telah diajukan.

Iklan

“Itu semua yang masuk di SK-11 kemarin, untuk yang (pembangunan RTG) tambahan dari pusat,” ujar Muzaki saat dihubungi pekan lalu. Menurutnya, 69 KK yang tidak memenuhi kriteria tersebut antara lain telah menerima bantuan pembangunan rumah dari program lain yang difasilitasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), dan lain-lain.

“Jadi mereka tidak boleh menerima bantuan dobel. Karena itu, bantuan yang sudah masuk ke rekening akhir tahun 2020 kemarin sudah kita tarik semua. Itu harus dikembalikan ke kas Negara,” jelasnya. Diterangkan, untuk tambahan 1.408 KK penerima yang diajukan tersebut Kota Mataram menerima total anggaran mencapai Rp19,9 miliar lebih. Dengan dikeluarkannya 69 orang dari daftar tersebut, maka pengembalian ditargetkan dapat dilakukan pada April mendatang.

“Jadi kami akan kembalikan sisa bantuan gempa sekitar Rp915 juta itu ke kas negara, setelah proses perbaikan rumah korban gempa tuntas April (2021) ini,” ujar Muzaki. Dengan demikian, sisa RTG yang harus dikerjakan pihaknya tersisa untuk 979 KK yang dinyatakan memenuhi kriteria. Masing-masing korban terdampak gempa menerima bantuan sebesar Rp25 juta untuk rusak sedang dan Rp10 juta untuk kategori rusak ringan.

Menurut Muzaki, seluruh penerima bantuan saat ini telah tergabung dalam kelompok masyarakat (Pokmas) dan tengah menunggu pembangunan fisik atau renovasi rumah. Progres pengerjaan RTG tambahan sendiri disebutnya telah mencapai 60 persen dari total keseluruhan untuk pengerjaan fisik. Dengan begitu, pihaknya optimis seluruh RTG dapat selesai pada April 2021 mendatang, sesuai target dari pemerintah pusat.

“Kalau melihat realisasinya kita yakin bisa selesai sesuai target. Sebab bantuan ini tidak masuk rusak berat yang harus kita bangun dari nol,” jelas Muzaki. Untuk memastikan program tersebut berjalan lancar, pihaknya juga memastikan laporan pertanggungjawaban oleh fasilitator dapat dituntaskan pada April mendatang. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional