Ratusan Hektare Tanaman Padi di Lobar Gagal Panen

Giri Menang (Suara NTB) – Luas lahan tanaman padi yang dilanda kekeringan di Lombok Barat (Lobar) mencapai ratusan hektare. Dari luas lahan pertanian yang terkena kekeringan, kemungkinan hanya sebagian bisa diselamatkan oleh Dinas Pertanian, (Distan) sedangkan sisanya ratusan hektare dipastikan gagal panen.

Kepala Distan Lobar Muhur Zokhri mengaku, dari laporan yang sudah masuk ke pihaknya luas lahan yang terkena dampak kekeringan akibat terkendala Irigasi dari bendungan Batujai Loteng seluas 300 hektare lebih. Lahan yang terkena dampak tersebar di beberapa desa antara lain, Desa Giri Sasak, Kuripan Timur dan Utara.

Iklan

“Yang terancam sekitar 200 hektare di Giri Sasak bisa diselamatkan 150 hektare dengan adanya air irigasi yang datang sedangkan sisanya 50 hektar tidak bisa. Di Kuripan itu 189 hektare, sebagian saja bisa diselamatkan,” ujarnya, Senin, 21 Mei 2018.

Pihaknya meminta para petugas aktif turun ke bawah untuk mendata lahan pertanian yang terkena kekeringan. Setelah itu melaporkan ke dinas agar penanganan bisa dilakukan secara secepatnya. Pihaknya berupaya membantu petani mengatasi masalah air irigasi, namun khusus di Giri Sasak sulit ditangani, karena kondisi air bendungan yang menurun. Sedangkan di Kuripan, pihaknya bisa menyelamatkan sekitar 50 hektare, sisanya 100 hektare lebih kemungkinan gagal panen. Dibanding tahun lalu, lahan yang terkena kekeringan tidak terlalu luas namun yang banyak yang terkena banjir seluas 100 hektare.

Terkait persoalan ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengkoordinasikan dengan Pemprov NTB, sebab persoalan ini menjadi domain pemprov.

Lebih jauh kata Muhur, debit air bendungan Batujai menurun menyebabkan petani rebutan, dampaknya pun petani di Lobar mengalami krisis air. Sebab sejauh ini bendungan ini menjadi sumber air bagi irigasi lahan pertanian di beberapa daerah.

Sementara Pemkab Lombok Tengah (Loteng) saat ini sedabf menyiapkan ancang-ancang untuk mengantisipasi dampak buruk dari bencana kekeringan yang melanda ribuan hektar lahan pertanian di daerah ini. Salah satu dengan menyiapkan bantuan bagi petani yang lahan pertaniannya terpapar kekeringan dana mengalami gagal tanam.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP.,ditemui usai upacara Hari Kebangkitan Nasional, pemerintah daerah tengah mengkaji sejumlah opsi terkait penanganan bagi para petani yang lahan pertaniannya terdampak kekeringan.
Menurutnya, ada beberapa opsi yang tengah dikaji. Yang paling memungkinkan, pemerintah daerah nantinya akan menyiapkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok. Semisal beras bagi petani yang tanaman padinya mengalami gagal tanam ataupun gagal panen.

Paling tidak dengan bantuan beras tersebut, bisa mengurangi beban petani bersangkutan, sehingga petani tidak merugi terlalu besar. “Berapa besar bantuan yang akan diberikan. Tergantung kemampuan dan jumlah petani yang terkena dampak kekeringan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Loteng, L. Iskandar menambahkan, dari luas area tanaman padi yang terancam kekeringan, sekitar 200 hektare di antaranya sudah bisa ditangani. Artinya, lahan tersebut kini sudah bisa diairi dengan pola pompanisasi, sehingga lahan pertanian yang terancam kekeringan sudah mulai berkurang. (her/kir)