Ratusan Aset Tanah KSB Belum Bersertifikat

Muhammad Yusuf. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Ratusan aset tanah milik pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga kini belum dilengkapi sertifikat. Data tepatnya sebanyak 427 persil (bidang tanah). Dan oleh Badan Pendapatan Aset Daerah (BPAD) setempat, tanah tersebut tengah diupayakan agar segera disertifikat atas nama Pemda KSB.

Di tahun 2021 ini, berdasarkan data BPKD KSB. Dari 427 persil itu, 154 persil penerbitan sertifikatnya tengah berproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Ada yang dalam pengurusan. Tapi memang belum semuanya,” terang kepala BPKD KSB, Muhammad Yusuf, Kamis, 10 Juni 2021.

Iklan

Ia menjelaskan, untuk memastikan seluruh aset tanah pemerintah bersertifikat pihaknya selama ini telah berupaya. Termasuk sisa aset tanah yang belum diurus, BPKD menargetkan, pada pertengahan tahun ini akan kembali diajukan usulan penerbitan sertifikatnya ke BPN.

“Kan masih ada 273 persil belum diurus. Tapi kami sudah bersurat ke BPN menanyakan kesanggupan petugasnya dulu. Kalau siap, maka kami akan usulkan anggarannya di APBDP untuk pengajuan penerbitan sertifikanya. Dan sekaligus juga kami akan minta kepastian BPN dapat menyelesaikan yang sedang diproses sekarang, secepatnya,” timpal Yusuf seraya menambahkan, pihaknya menargetnya pertengahan 2022 mendatang seluruh aset tanah Pemda sudah bersertifikat.

“Kecuali hasil pengadaan terbaru. Yang ada sekarang kami upayakan semua sudah atas nama pemda sertifikanya,” sambungnya.

Meski masih terdapat ratusan persil yang beluk bersertifikat, Yusuf menyatakan, pada dasarnya kepemilikan tanah Pemda KSB itu sangat aman. Sebab setiap bidang tanah itu tercatat jelas dalam data administrasi aset daerah. “Jadi tidak akan mungkin hilang. Kita lengkap kok data-datanya,” tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPKD setempat. Hingga tahun 2020 total aset Pemda KSB dalam bentuk tanah tercatat sebanyak 619 persil. (bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional