Ratusan Anggota KPPS Reaktif, KPU Pastikan Pemungutan Suara Tak Terganggu

Agus Hilman. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Puluh ribu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tujuh daerah Kabupaten/Kota di Provinsi NTB tengah menjalani tes cepat. Hal itu dilakukan untuk memastikan mereka terbebas dari penularan Covid-19 saat hari H pemungutan suara Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020.

Proses tes cepat terhadap puluhan ribu petugas KPPS yang sudah berlangsung mulai tanggal 26 Oktober lalu sampai dengan terakhir 7 Desember kemarin. Diantaranya ratusan petugas KPPS dikabarkan reaktif saat menjalani tes cepat tesebut.

Iklan

Komisioner KPU Provinsi NTB, Agus Hilman yang dikonfirmasi Senin, 7 Desember 2020 membenarkan soal informasi ratusan petugas KPPS yang reaktif tersebut. “Saya belum tahu jumlah pastinya, karena sampai hari ini tes cepatnya masih berlangsung, tapi yang pasti jumlahnya yang sudah terkonfirmasi reaktif itu mencapai ratusan orang,” ungkap Hilman.

Lanjut dikatakan Hilman, terhadap petugas KPPS yang reaktif tersebut dipastikan tidak akan bertugas pada hari H pemungutan suara tanggal 9 Desember. Kebijakan tersebut untuk mencegah TPS atau pilkada serentak 2020 menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. “Mereka yang reaktif tidak diperbolehkan bertugas, mereka selanjutnya akan menjalani tes swab,” katanya.

Jika anggota KPPS yang reaktif tersebut tidak diperkenankan melaksanakan tugasnya pada hari H pemungutan suara. Maka dipastikan jumlah anggota KPPS akan berkurang dari tujuh orang. Lantas bagaimana KPU mengantisipasi kekurangan jumlah anggota KPPS yang akan bertugas pada hari H pemungutan suara nantinya.

Agus menjawab ada beberapa skenario yang sudah mereka siapkan untuk mengantisipasi hal tersebut. “Kalau dalam satu TPS itu yang reaktif satu sampai dua orang, tidak diganti. Pelaksanaan pemungutan suara bisa tetap berjalan dengan hanya lima orang petugas KPPS. Tetapi kalau lebih dari dua orang yang reaktif, atau petugas KPPS kurang dari lima orang baru akan dilakukan penggantian,” jelasnya.

Dengan ditemukannya ratusan orang anggota KPPS yang reaktif tersebut. Hilman menyampaikan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin bahwa hal tersebut tidak sampai menganggu jalannya pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020. Pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga untuk memenuhi kekurangan petugas KPPS tersebut.

“Kita berusaha agar tidak terganggu dengan adanya anggota KPPS yang reaktif ini. Meskipun memang untuk melakukan penggantian waktunya sudah sangat mepet. Padahal kita mulai melakukan tes cepat itu dari tanggal 26 Oktober, tapi karena jumlahnya besar sampai 54 ribu orang lebih, makanya memakan waktu agak lama. Mudahan hari ini semuanya tuntas,” katanya.

Ditempat terpisah, Komisioner Bawaslu Provinsi NTB, Itratif menyampaikan bahwa pihaknya sudah menuntaskan proses tes cepat kepada seluruh pengawas TPS. Tes cepat dilakukan selama dua kali. Dimana pada tes cepat pertama, diakuinya juga memang banyak yang reaktif.

“Kalau terus pertama sangat banyak yang reaktif, kemudian pada tes yang kedua, itu sudah hampir tidak ada yang reaktif. Jadi semua pengawas TPS itu dipastikan bebas dari penularan Covid-19, sehingga masyarakat perlu merasa khawatir akan tertular covid di TPS,” pungkasnya. (ndi)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional