Rasio Elektrifikasi Lobar Terendah di NTB

Mataram (suarantb.com) – Berdadarkan data, Rasio Elektrifikasi (RE) paling rendah di NTB adalah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dengan capaian 63,64 persen. Sedangkan Rasio Elektrifikasi (RE) paling tinggi adalah Kota Mataram dengan capaian 100,75 persen.

“Artinya, dari total 200 ribuan penduduk rumah tangga di Lobar, hanya 120 ribu orang yang menggunakan listrik,” ujar Manager PLN Area Mataram Chaidar Syaifullah, Selasa, 4 April 2017.

Iklan

Ia menjelaskan rasio elektrifikasi sebesar 63,64 persen tersebut merupakan hitungan elektrifikasi dari PLN. Ada jyga hitungan elektrifikasi yang bukan dari PLN, yaitu dari Pemda. Jika digabungkan secara umum, maka rasio elektrifikasi baik dari PLN dan Pemda mencapai 65 persen.

Menurutnya terdapat beberapa kendala yang dihadapi terkait minimnya masyarakat yang menggunakan listrik di Lobar. Pertama, sebaran penduduk di Lobar umumnya terpencar-pencar.

Sedangkan menurutnya, pembangunan jaringan oleh PLN umumnya akan dipusatkan terlebih dahulu di wilayah yang komunitasnya banyak. “Karena terpencar-pencar dan tersebar wilayahnya, sedangkan PLN kalau mau bangun jaringan dipusatkan dulu yang komunitasnya banyak,” ujar Chaidar.

Ia juga menilai bahwa banyak dari masyarakat Lobar khsususnya yang kurang mampu, belum terdaftar di TNP2K. Sehingga PLN belum bisa memberikan sambungan untuk subsidi listrik.

Kepala Dinas ESDM NTB, Ir. Muhammad Husni, M.Si juga turut menaggapi persoalan listrik di Lobar ini. Menurutnya, penurunan angka kemiskinan yang menjadi fokus utama Pemprov tahun ini, dapat terselesaikan salah satunya dengan pembangunan infrastruktur. “Pembangunan infrastruktur itu salah satunya dengan ketersediaan listrik,” imbuhnya.

Ia menjelaskan jika Pemprov dengan anggaran yang terbatas telah merealisasikan pembangunan PLTS tersebar di Lobar. Namun jumlah PLTS tersebar tersebut masih terbatas. “Sehingga masih belum bisa menjangkau rumah-rumah terpencil apalagi yang jauh dari jaringan,” ujarnya.

Dalam upaya memudahkan penyaluran listrik di desa terpencil, Husni turut memperkenalkan Akun Lisdes. Yaitu akses mudah untuk sambungan listrik tepat sasaran.

“Minggu depan sudah akan diumumkan kepada semua warga kurang mampu di NTB, sehingga kita tahu apa mereka masuk data TNP2K, setelah di kroscek datanya, baru kita minta kepada desa untuk membuat proposal,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, rasio elektrifikasi NTB yang terealisasi hingga Februari 2017 mencapai 78,64 persen. Dengan Pulau Lombok sebesar 77,09 persen dan Pulau Sumbawa sebesar 82,20 persen. Sedangkan target di tahun 2017 mencapai 80,10 persen. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here