Rapim Evaluasi Program Unggulan, Tiga Asisten Diperintahkan Intens Kawal OPD

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah didampingi Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi menggelar rapim membahas evaluasi program unggulan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa, 14 September 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menggelar rapat pimpinan (rapim) yang membahas mengenai evaluasi program-program unggulan. Dalam rapim tersebut, tiga Asisten diperintahkan lebih intens mengawal program-program unggulan masing-masing OPD yang berada di bawah lingkup koordinasinya.

‘’Mengingat ini sudah tahun ketiga. Besok sudah tahun 2022 dan 2023. Tadi, diperintahkan asisten-asisten untuk intens mengawal koordinasi OPD-OPD dalam lingkup koordinasinya,’’ kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfirmasi usai Rrapim di Kantor Gubernur, Selasa, 14 September 2021.

Iklan

Dalam rapim tersebut dilakukan review program-program unngulan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., – Dr, Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul – Rohmi) yang kini akan memasuki tig tahun pada 19 September mendatang. Review program unggulan tersebut dilakukan agar eksekusinya bisa lebih baik.

“Yang dibahas pengkhidmatan tiga tahun Pak Gubernur dan Ibu Wagub. Monitoring dan evaluasi saja. Mana yang kurang, segera dilakukan percepatan. Mana yang sudah baik success story-nya dipublikasikan,” kata Sekda.

Dalam tiga tahun kepemimpinan Zul – Rohmi, Sekda mengatakan ada indikator RPJMD yang sudah tercapai, sedang berprogres dan indikator yang belum tercapai. Namun, Sekda tak merincikan capaian indikator RPJMD selama tig tahun kepemimpinan Zul – Rohmi.

Sebelumnya, dalam pembahasan RAPBD Perubahan 2021, sejumlah fraksi DPRD NTB menanyakan pencapaian target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD NTB selama tig tahun terakhir. Pemprov NTB menjelaskan pencapaian kinerja RPJMD NTB tahun 2019-2023, sebagian besar sudah dapat dipenuhi sesuai yang ditargetkan.

Hal ini terlihat dari capaian pada indikator kinerja utama (IKU) pada tahun 2019 mencapai 75,68% dan tahun 2020 mencapai 63,64%. Sedangkan indikator kinerja daerah (IKD) pada tahun 2019 mencapai 66,02% dan tahun 2020 mencapai 57,73%.

Kondisi pandemi Covid-19 ikut mempengaruhi capaian beberapa indikator RPJMD yang mengalami kontraksi dan perlambatan. Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi NTB non tambang mengalami kontraksi sebesar 5,19 persen.

Kemudian kemiskinan mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,35% dari 13,88% pada September 2019 meningkat menjadi 14,23% pada september 2020. Selain itu, angka pengangguran mengalami peningkatan dari 3,04% menjadi 3,97%.

Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB mengalami perlambatan sebesar 0,16% dari 68,14 point menjadi 68,25 point. Namun demikian, dengan semangat yang kuat dan ikhtiar bersama, Pemprov mengatakan akan terus mendorong upaya pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa indikasi mulai tumbuh dan membaik adalah pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan I tahun 2021 masih mengalami kontraksi sebesar 1,81%, namun pada triwulan II tahun 2021 tumbuh positif menjadi 5,68%.

Begitu juga halnya dengan kemiskinan, terlihat adanya penurunan selama periode September 2020 – Maret 2021, yaitu berkurang dari 14,23% menjadi 14,14% atau turun sebesar          0,09 %. Momentum ini akan terus dijaga dan ditingkatkan dengan harapan pandemi covid-19 cepat berlalu, sehingga diharapkan target-target RPJMD dapat dipenuhi sampai dengan tahun 2023. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional