Rapid Antigen di RSUD Mataram, 10 Persen Hasil Reaktif

Lalu Herman Mahaputra (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pelayanan rapid test antigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram tercatat mencapai 50-100 orang per hari. Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, menerangkan dari jumlah tersebut hampir 10 persen pengujian menunjukkan hasil reaktif. “Pemeriksaan sudah banyak sekarang. Paling banyak untuk kebutuhan berpergian dan liburan, tapi yang reaktif itu tidak banyak. Kurang dari 10 persen,” ujar Dokter Jack, sapaan akrabnya, Rabu, 30 Desember 2020.

Diterangkan, proses rapid test antigen saat ini dibutuhkan untuk screening awal sebelum masyarakat melakukan perjalanan ke luar daerah, terutama melalui jalur darat. Mengikuti prosedur penanganan pandemi virus corona (Covid-19), masyarakat yang menunjukkan hasil reaktif diarahkan untuk langsung melakukan uji swab dengan polymerase chain reaction (PCR). “Belum tentu yang hasil rapid antigennya reaktif, PCR-nya juga positif. Sejauh ini ada yang reaktif dan untuk memastikan itu kita langsung PCR,” jelasnya.

Diterangkan, proses tersebut berhubungan dengan pengambilan keputusan dari rumah sakit untuk rawat inap atau tidaknya pasien. Di mana jika hasil PCR positif dan pasien menunjukkan gejala Covid-19 maka akan direkomendasikan untuk menjalani rawat inap. Di sisi lain, jika hasil pemeriksaan PCR positif namun pasien tidak menunjukkan gejala maka akan diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Jadi tidak perlu di rumah sakit kalau tidak ada gejala. Kalau semua yang tanpa gejala dirawat juga di rumah sakit, nanti bisa overload,” ujar Dokter Jack. Sebagai informasi, sampai dengan Rabu, 30 Desember 2020 Satgas Covid-19 mencatat penyebaran Covid-19 di Kota Mataram mencapai 1.400 kasus. Rinciannya, 1.241 orang dinyatakan sembuh, 65 orang masih menjalani isolasi, dan 94 orang meninggal. Penambahan kasus sendiri masih terus terjadi, di mana sampai dengan Selasa, 29 Desember 2020 tercatat adanya penambahan 6 kasus positif baru. (bay)