RAPBDP Dompu Defisit Rp 22,4 Miliar

Dompu (Suara NTB) – Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (RAPBDP) tahun 2016 yang diajukan pemerintah kepada DPRD Dompu mengalami defisit hingga Rp 22,4 miliar. Defisit anggaran ini diakibatkan adanya revisi target PAD dan penerimaan dana perimbangan hingga Rp 23,681 miliar, sementara belanja daerah meningkat hingga Rp 62,118 miliar dari total belanja Rp 1,171 triliun.

Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, M.Si yang mewakili Bupati pada acara rapat paripurna DPRD, Selasa (20/9) mengungkapkan, koreksi PAD yang bersumber dari retribusi daerah ini akibat adanya kekeliruan dengan mencantumkan dana sisa lebih tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp 10,517 miliar serta capaian dari dana dividen PT Bank NTB sebesar Rp 445 juta. Kendati demikian, ada tambahan pada lain – lain PAD yang sah sebesar Rp 2,615 miliar. Sehingga todal PAD semula ditargetkan sebesar Rp 80,020 miliar turun menjadi Rp 71,672 miliar.

Iklan

Pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan juga mengalami penurunan dari target Rp 900,776 miliar menjadi Rp 885,443 miliar yaitu bersumber dari bagi hasil pajak dan bukan pajak sebesar Rp 24,351 miliar. Namun ada penambahan pada dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 9,018 miliar. Begitu juga dengan lain – lain pendapatan daerah yang sah mengalami penambahan sebesar Rp 9,462 miliar.

Pada pos belanja daerah, untuk belanja tidak langsung mengalami penambahan sebesar Rp 1,038 miliar. Karena belanja pegawai mengalami penambahan sebesar Rp 26,121 miliar, dan belanja hibah sebesar Rp 3,5 miliar. Namun terjadi pengurangan untuk belanja bantuan keuangan kepada pemerintah Desa Rp 2,461 miliar dari sebelumnya Rp 112,599 miliar menjadi Rp 110,137 miliar. Begitu juga dengan belanja tidak terduga juga mengalami pengurangan hingga Rp 26,121 miliar.

Sementara pada belanja langsung mengalami penambahan sebesar Rp 46,881 miliar yaitu untuk pos belanja barang jasa dan belanja modal. Untuk penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Silpa tahun sebelumnya setelah diaudit BPK mengalami penambahan Rp 39,705 miliar dari perencanaan sebelumnya Rp 36,788 miliar. “Walaupun APBD perubahan mengalami defisit murni Rp Rp.22,4 miliar, Pemkab Dompu masih terus berusaha meningkatkan pelayanan pada masyarakat berupa kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat,” katanya. Untuk menutupi defisit murni, pemerintah akan melakukan rasionalisasi kegiatan yang belum urgen dilaksanakan tahun anggaran 2016 dalam proses pembahasan bersama Dewan. (ula)