RAPBD NTB 2019, Belanja Pegawai Melonjak Jadi Rp1,6 Triliun

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah usai penyampaian nota keuangan RAPBD 2019, Rabu, 14 November 2018. (Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menyampaikan nota keuangan RAPBD 2019 dalam rapat paripurna di DPRD NTB, Rabu, 14 November 2018 malam. RAPBD 2019 direncanakan sebesar Rp5,26 triliun lebih.

Penyampaian nota keuangan RAPBD NTB 2019, disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.  Dari sisi belanja barang dan jasa maupun belanja modal terjadi penurunan mencapai Rp600 miliar lebih. Sedangkan  belanja pegawai melonjak jadi Rp1,6 triliun lebih.

Iklan

Dari nota keuangan yang disampaikan Wagub, belanja pegawai berada di komponen belanja  tidak langsung direncanakan sebesar Rp1,49 triliun. Bertambah sebesar Rp108,57 miliar atau 7,82 persen dari APBD Perubahan 2018.

Selain itu, belanja pegawai juga direncanakan dalam komponen belanja langsung sebesar Rp203,51 miliar. Angkanya bertambah sebesar Rp12,62 miliar atau 6,61 persen dibandingkan APBD Perubahan 2018. Dari dua komponen belanja tersebut, belanja pegawai dalam RAPBD 2019 menembus Rp1,693 triliun lebih.

Dari RAPBD sebesar Rp5,26 triliun, belanja langsung direncanakan sebesar Rp2,13 triliun. Belanja langsung tahun depan berkurang Rp631,30 miliar atau 22,85 persen dibandingkan APBD Perubahan 2018. Dua jenis belanja langsung yang turun signifikan dalam RAPBD 2019 adalah belanja barang dan jasa serta belanja modal.

Dalam RAPBD 2019, belanja barang dan jasa direncanakan sebesar Rp1,25 triliun. Atau berkurang Rp336,99 miliar atau 21,12 persen dibandingkan APBD Perubahan 2018. Selain itu, belanja modal juga turun. Dalam RAPBD 2019, Pemprov merencanakan belanja modal sebesar Rp669,73 miliar. Atau berkurang Rp306,93 miliar atau 31,43 persen dibandingkan APBD murni 2018.

Wagub mengatakan, prioritas pembangunan tahun 2019 diarahkan pada upaya untuk mewujudkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk percepatan penurunan angka kemiskinan. Dalam RKPD 2019 telah ditetapkan lima prioritas daerah.

Yakni percepatan penurunan angka kemiskinan, peningkatan pelayanan dasar, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri, dan jasa produktif. Kemudian pemantapan infrastruktur strategis untuk mendukung peningkatan investasi, ketahanan pangan dan pariwisata. Serta peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penanggulangan bencana.

Kemudian prioritas daerah tersebut dijabarkan dalam 21 program prioritas tahun 2019. Yakni percepatan penurunan kemiskinan berbasis desa. Peningkatan akses masyarakat terhadap perumahan dan permukiman layak; peningkatan daya beli masyarakat miskin; integrasi sistem perencanaan dan sistem penganggaran; peningkatan kualitas keterampilan tenaga kerja; revitalisasi pendidikan kejuruan; perencanaan berbasis data terpadu dan spasial; peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan; peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan; peningkatan pelayanan gizi masyarakat; hilirisasi produk pijari (sapi, jagung, rumput laut, ikan).

Selanjutnya peningkatan nilai tambah sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif; peningkatan produksi dan keamanan pangan; pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan; pembangunan sarana prasarana sumber daya air; pembangunan sarana prasarana perhubungan; pembangunan sarana dan prasarana dasar di destinasi wisata; modernisasi sarana prasarana produksi pertanian dan perikanan; peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan; peningkatan sarana dan prasarana kebencanaan. Serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Tahun 2019 yang merupakan tahun pertama perwujudan NTB Gemilang, kata Wagub,  prioritas daerah tersebut diselaraskan dengan lima pilar pembangunan. Yaitu pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi industri, pembangunan sosial dan kebudayaan, pembangunan pedesaan dan lingkungan serta pembangunan pariwisata.

Kelima pilar tersebut difokuskan  pada lima belas komitmen pembangunan. Seperti mengirim 1000 putra/putri NTB sekolah ke luar negeri. Mengembangkan jaminan kesehatan bagi orang miskin dan layanan posyandu yang unggul dan berkualitas. Memperkuat peran perempuan sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan dan kesehatan. Memudahkan modal usaha dan akses keuangan bagi masyarakat dan mengembangkan sains dan tekno-industrial park serta rumah industri kreatif.

Mendorong pengembangan industri olahan dan menghadirkan industri permesinan, memantapkan islamic center sebagai pusat peradaban. Mengembangkan NTB Care sebagai sistem penanganan masalah sosial darurat cepat tanggap. Memfasilitasi pelayanan pada penyandang cacat dan masalah social. Mendorong pesantren sebagai pusat gerakan perubahan sosial dan cultural. Mendorong pengembangan desa wisata potensial dan BUMDes potensial. Mendorong penggunaan energi terbarukan dan menuntaskan kebutuhan air bersih, rumah layak huni, irigasi dan bendungan.

Pengembangan desa pesisir dan lingkar hutan yang produktif dan ramah lingkungan; memperbanyak penerbangan domestik dan internasional. Serta optimalisasi manfaat destinasi unggulan dan kawasan strategis Mandalika dan Samota untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‘’Guna mewujudkan pencapaian prioritas daerah tersebut, penyusunan program dan kegiatan tahun 2019 menggunakan pendekatan money follows program dengan memprioritaskan belanja pemerintah sesuai prioritas daerah melalui pola tematik, holistik-integrated dan spasial,’’ jelasnya. Sehingga diharapakan belanja makin berkualitas dan tepat sasaran. Untuk mencapai prioritas daerah tersebut. (nas)