Rampok Ponsel, Tapi Motor Ketinggalan

Mataram (Suara NTB) – Perampok yang beraksi di Suranadi, Narmada, Lombok Barat HI alias HD (25) apes. Meski sukses mengambil ponsel pintar senilai Rp 4 juta, tetapi sepeda motor yang dipakainya tertinggal di TKP. Lantaran pelaku melarikan diri karena terdesak.

Kapolsek Narmada, Kompol Gusti Bagia, Senin, 4 Juni 2018 menerangkan, pelaku beraksi dengan modus menodongkan pisau kepada korbannya. Pelaku datang seorang diri ke TKP yang merupakan gerai ponsel.

Iklan

“Pelaku ini datang langsung menodongkan pisau sambil mengancam ‘saya bunuh kamu’ kepada korbannya,” ujarnya didampingi Kanit Reskrim, Ipda Agus Eka Artha.

Korbannya termakan ancaman. Akibatnya, dua ponsel pintar Xiaomi Note 5A dan Xiaomi Note 3 digondol. Saksi yang melihat kejadian itu kemudian memukul punggung pelaku.

Tetapi saksi yang mencoba menolong itu malah kena tampar. Saksi lari menuju motor pelaku dan mencabut kunci kontaknya. Alhasil, pelaku yang kelabakan. “Karena terdesak pelaku kabur berlari ke arah kebun membawa dua HP,” kata Bagia.

Pelaku yang kabur kemudian berhasil diamankan di Terminal Mandalika, Sandubaya, Mataram. Pelaku HI diamankan dengan barang bukti Honda Scoopy, uang tunai Rp 790 ribu dan ponsel lipat.

“Pelaku terpaksa kami tembak di bagian kakinya karena mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap,” ujar Artha menambahkan.

Dari interogasi, sambung dia, pelaku mengaku ponsel yang dicuri sudah dijual ke wilayah Temas, Narmada sebesar Rp 1,1 juta. Satu ponsel lainnya digadai Rp 200 ribu.

Pelaku disangkakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya paling lama sembilan tahun. (why)