Rampok Bercadar Ditembak

Tersangka perampokan dipapah polisi usai mendapat perawatan di kakinya. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pelaku pencurian semakin berani beraksi. Modusnya kini dengan menyatroni rumah korban dengan senjata tajam lengkap dengan penutup wajah untuk penyamaran. Pelakunya diganjar timah panas.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam menyatakan penindakan tegas bagi para pelaku pencurian dengan kekerasan, baik di jalan raya dengan modus begal, atau di perumahan dengan modus perampokan.

Iklan

Seperti penindakan terhadap DI alias AG (20), yang diduga merampok tetangganya sendiri di Desa Jeringo, Gunungsari, Lombok Barat, Rabu, 26 Desember 2018 lalu.

Tersangka DI bersama kawannya JL –masih buron memaksa masuk ke rumah korbannya pada dini hari. Mereka sempat mengambil ponsel pintar, cincin emas 3 gram, dan uang tunai Rp2,8 juta.

Sampai kemudian korbannya terbangun. “Saat itu juga pelaku ini mengancam dengan menodongkan senjata tajam ke arah korban,” sebut Alam. Tak cukup sampai di situ, pelaku DI kemudian kabur sambil melempari korbannya dengan botol kosong.

Tim Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram lantas bisa melacak keberadaan pelaku DI, pada Kamis (27/12) petang di kafe miras di Desa Lilir, Gunungsari, Lombok Barat. Kala itu pelaku sedang pesta miras.

Pelaku yang mengetahui didatangi tamu dari kepolisian kemudian melarikan diri ke area persawahan. Aksi kaburnya itu membuat tim menembakkan timah panas ke kakinya.

“Pelaku ini beraksi bersama kawannya yang berinisial JL. Barang hasil curian dibawa JL ini untuk dijual. Ini yang sedang kita buru,”pungkasnya.

Dia menyebutkan, pihaknya bakal menindak tegas seperti melumpuhkan pelaku dengan senjata api, bagi pelaku yang melakukan pencurian dengan kekerasan, atau mencoba kabur saat ditangkap. (why)