Rambah Pelajar, Semua Pihak Harus Berperan Tangkal Penyalahgunaan Narkoba

Pelajar yang kepergok pesta sabu di Moncok Pejarakan, Ampenan, Mataram digiring ke ruang pemeriksaan Satresnarkoba Polresta Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Enam oknum pelajar ditangkap polisi sedang pesta sabu di sebuah rumah di Pejarakan, Ampenan, Kota Mataram belum lama ini. Kondisi itu sangat memprihatinkan untuk dunia pendidikan. Dibutuhkan peran serta semua pihak untuk menangkal penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., pada Kamis, 6 Februari 2020 mengatakan, pihaknya merasa sangat prihatin atas kejadian tersebut, meski kejadiannya di luar jam sekolah. Menurutnya pengawasan semua pihak harus dilakukan untuk menangkal penyalahgunaan narkoba.

Iklan

“Pengawasan ketat dari sekolah harus dilakukan dan orang tua harus mengambil bagian untuk mengontrol pergaulan dan kegiatan anak di luar jam sekolah,” ujar Aidy.

Dari berita sebelumnya disebutkan para pelajar itu digerebek pada Senin petang lalu sekitar pukul 18.00 Wita. Mereka yang diamankan antara lain DJ (18) yang sudah lulus sekolah; MF (18), ZA (17), LI (17), HI (18), AS (18), dan AH (18) yang merupakan pelajar berbagai SMA dan SMK serta MAN.

Menurut Aidy, ke depan pihaknya akan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai saluran bakat siswa di sekolah. Selain itu akan dilakukan pelibatan langsung orang tua siswa dan masyarakat untuk mendampingi anak-anaknya di luar jam sekolah.

Hal senada disampaikan  Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud NTB, Lobar-Mataram, Abdurrosyidin R., dihubungi terpisah, Kamis (6/2) siang. Menurutnya pihaknya prihatin atas kejadian tersebut, karena para siswa itu adalah generasi muda harapan bangsa. Ia meminta agar sekolah harus meningkatkan kerja sama dengan orang tua siswa melalui program pendidikan keluarga, seperti kelas parenting dan kelas inspirasi. “Di samping itu juga melibatkan pihak terkait seperti BNN, kepolisian, BKKBN, dan lainnya,” ujarnya.

Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Rumindah menekankan tanggung jawab pendidikan ada pada keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Menurutnya, pergaulan di masyarakat yang sulit dikontrol, oleh karena itu keluarga dan sekolah atau dinas pendidikan sebagai wujud pemerintah harus mengambil peran.

Rumindah mengatakan, semua sekolah harus mengampil peran menangkal penyalahgunaan narkoba. Mulai sekarang sekolah harus meningkatkan disiplinnya. Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat paling tidak harus membuat surat edaran terkait upaya menangkal penyalahgunaan narkoba.

“Dinas harus segera mengantisipasi, buat surat edaran bagaimana sekolah bersikap agar penyalahgunaan narkoba tidak terjadi kepada anak-anak. Jadi mungkin saja pemeriksaan secara berkala, berikan penyuluhan tentang narkoba, undang BNN, berikan pengarahan, perlu itu, diantisipasi supaya tidak terjadi di sekolah,” sarannya.

Di samping itu, Rumindah menegaskan tugas dan peran guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah juga harus ditingkatkan. Pihak sekolah harus mengantisipasi masalah ini, meskipun tidak ada siswa yang menyalahgunakan narkoba di sekolah itu. “Jangan kemudian karena tidak terjadi di sekolahnya, tidak melakukan upaya antisipasi, itu harus dicegah, diantisipasi,” tegasnya.

Selain itu, peran orang tua siswa di rumah juga harus diperkuat. Orang tua harus lebih ketat dan aktif mengawasi anaknya dalam bergaul di masyarakat. “Pergaulan di masyarakat ini yang sulit dikontrol, oleh sebab itu peran keluarga dan sekolah untuk mengingatkan ke anak,” pungkas Rumindah. (ron)