Ramadhan, Makam Maulana Syaikh Dipadati Peziarah

Peziarah yang mendatangi makam Maulana Syaikh  TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid di Kompleks Musala Al Abror Pancor.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Memasuki bulan Ramadhan 1442 Hijriyah, keberadaan Makam TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syaikh dipadati ribuan peziarah. Kehadiran peziarah ini terjadi tiga hari sebelum bulan Ramadhan sampai sekarang.

Keberadaan makam pahlawan nasional dan Pendiri NWDI, NBDI dan Organisasi NW, pada umumnya tidak pernah sepi dari peziarah saat bulan Ramadhan. Terlebih keberadaan Makam Maulana Syaikh sudah ditetapkan sebagai lokasi wisata religi. Untuk peziarah tidak hanya dari Kabupaten Lotim, melainkan dari berbagai daerah di Indonesia.

Iklan

Begitupun jemaah dari PBNW di Anjani juga datang untuk berziarah ke Makam Maulana Syaikh untuk mencari keberkahan, karena selaku jemaah meyakini Maulana Syaikh sosok ulama dan wali. “Jumlah peziarah mencapai ribuan perhari terutama menjelang Ramadhan. Saat ini tetap ramai baik pagi dan sore hari. Peziarah berasal dari luar daerah. Serta dari Anjani juga berdatangan untuk berziarah,” terang Pengelola Wisata Religi, Ashwan Kaelani, kepada Suara NTB.

Makam Maulana Syaikh yang terletak di Kompleks Musholla Al Abror Hamzanwadi Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdatain (YPH-PPD) NWDI Pancor terus dilakukan pembenahan. Saat ini juga terdapat Museum Hamzanwadi yang terletak di Gedung Birrul Walidain yang berisi segala kumpulan karya-karya Maulana Syaikh serta barang-barang peninggalannya.

Salah satu peziarah, M. Fadli mengaku rutin berziarah ke Makam Maulana Syaikh menjelang bulan Ramadhan dengan harapan mendapat keberkahan dan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Jamaah NW asal Lombok Barat ini mengaku datang bersama rombongan dengan tujuan berziarah makam yang salah satu, Maulana Syaikh yang memiliki kharismatik.

Dikatakannya, ziarah makam memiliki keberkahan dan nilai tersendiri dalam kehidupan. Terlebih makam tersebut merupakan sosok tuan guru yang memiliki jasa besar bagi agama, bangsa dan negara. Sehingga selaku murid, kebaktian terhadap guru suatu kewajiban yang harus dijaga.

“Jasa Beliau (Maulana Syaikh, red) sangat besar. Sangat layak dijadikan pahlawan nasional. Selaku tuan guru, maka sangat pantas juga dijadikan sebagai wisata religi,”ungkapnya. (yon)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional