Ramadan Jangan Dipakai untuk Mobilisasi Gepeng dan Anjal

Mataram (suarantb.com) – Gelandangan dan pengemis (gepeng) dan Anak jalanan (anjal) seringkali menjamur di bulan Ramadan. Bahkan, tidak jarang ada oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan keberadaan mereka, di bulan suci ini. Oknum tertentu, melakukan mobilisasi terhadap anjal demi kepentingan pribadi mereka.

Sinyalemen itu diakui oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Nyayu Ernawati yang dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya, Selasa, 6 Juni 2017. Nyayu tak menyangkal adanya keterlibatan oknum tertentu terkait meningkatnya jumlah anjal setiap Ramadan ini.

Iklan

“Bulan ini bulan penuh kebaikan, semua orang berlomba berbuat kebaikan. Negatifnya banyak dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja membuat anak-anak kita menjadi pengemis di jalan,” ungkapnya.

Sinyalemen tersebut bukannya tak berdasar. Sebab, setiap kali bulan Ramadan, anak jalanan seperti bertambah jumlahnya. Bahkan, saking banyaknya, sulit membedakan mana anak jalanan dan mana yang hanya menjadi peminta-minta musiman. Sebab, kondisi seperti ini memang selalu berulang terjadi setiap bulan puasa.

Menurut Nyayu, masyarakat juga perlu ikut berpartisipasi dalam melakukan edukasi terhadap para peminta-minta seperti ini. Caranya, dengan tidak sembarangan memberikan sedekah di bulan Ramadan hanya karena mereka datang ke rumah. Sebab, bukan tidak mungkin mereka yang datang meminta sebenarnya justru orang yang masih memiliki kecukupan. Sementara, orang atau anak yang lebih miskin malah tidak datang meminta-minta ke rumah.

“Bukannya kita tidak mau memberi, tapi sangat salah kita mengajarkan anak kita menjadi peminta-minta. Yang kita takutkan karena merasa mudah mendapatkan uang, anak-anak menjadi betah di jalan,” tegas aktivis anak yang akrab disapa Erna ini.

Erna menambahkan, jalanan adalah tempat yang sangat berbahaya untuk anak. Anak akan mudah mendapat berbagai tindak kriminal termasuk kecelakaan lalu lintas. Disamping itu anak jalanan akan sangat berpotensi tumbuh menjadi orang yang berjiwa kasar. Berpeluang menjadi pelaku kriminal yang nantinya dapat membahayakan siapa saja.

“Padahal kita sedang berusaha untuk membuat anak-anak kita tidak berada dijalan, karena sangat rawan, rawan kecelakaan, rawan pelecehan dan lain-lain.” ungkapnya.

“Sehingga harapan kami kepada semua masyarakat jika ingin beramal, sebaiknya melalui lembaga-lembaga yang jelas. Sehingga peruntukannya juga jelas,” sambungnya.

Erna juga mengakui bahwa banyak dari anak jalanan dadakan bulan puasa ini, yang sebenarnya hanya ikut-ikutan diajak oleh teman bermainnya. Namun tidak sedikit juga yang memang dimanfaatkan oknum tertentu, dengan atau tanpa sepengetahuan orang tuanya masing-masing. (aan)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional