Putri Indonesia  Sedih Lihat Angka Pernikahan Dini di Loteng

Mataram (suarantb.com) – Bertempat di kantor camat Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng), Putri Indonesia 2016, Kezia Roslin Cikita Warou menjadi pembicara untuk kegiatan seminar dengan tema ‘Kesehatan dan Kecantikan Paripurna’ yang diadakan  persatuan Darma Wanita dan PKK Kabupaten Loteng,  Kamis, 20 Oktober 2016.

Kepada wartawan, Kezia mengaku bahagia berada di tengah masyarakat Loteng  untuk berbagi pengalaman terkait kesehatan dan kecantikan paripurna. “Saya senang sekali bisa hadir pada seminar yang temanya sehat dan cantik secara paripurna,” ujarnya.

Iklan

Selain menyampaikan pentingnya memelihara kesehatan dan kecatikan, dalam kesempatan tersebut, Kezia juga menyampaikan kesedihannya terkait masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Loteng.

Menurutnya, pernikahan dini atau kawin muda yang berimbas kepada banyaknya jumlah janda di Kabupaten Loteng merupakan hal yang harus segera dicarikan solusi. Dibutuhkan tindakan menyeluruh oleh pemerintah dan semua elemen masyarakat.

Ia menyampaikan, dengan diupayakannya peningkatan usia perkawinan tersebut, diharapkan berdampak pada pemerataan kesejahteraan sosial dan peningkatan sumber daya manusia, khususnya bagi kaum perempuan di Loteng. Bagaimanapun juga, Lanjut Keiza, pernikahan dini merupakan gejala awal dari masalah sosial selanjutnya.

“Harapannya, kehadiran saya bisa memberikan inspirasi, memberikan perubahan, apalagi disebutkan tadi angka putus sekolah, janda muda, anak-anak muda yang melakukan pernikahan dini supaya lebih termotivasi. Mudah-mudahan tahun depan atau tahun-tahun yang akan datang ada putri Indonesia dari Lombok,” harapnya.

Selain, kecantikan paripurna dan fenomena kawin muda, hal lain yang menjadi perhatian gadis kelahiran Jakarta tahun 1991 yang lalu  ini,  besarnya potensi pariwisata yang dimiliki oleh pulau Lombok khususnya Loteng. Menurutnya, hal tersebut merupakan nilai lebih yang tidak semua daerah miliki. Untuk itu, ia mengingatkan untuk generasi muda NTB khususnya kaum perempuan agar lebih meningkatkan sumber daya manusianya sehingga mampu menjadi pelaku aktif dalam geliat pariwisata tersebut.

“Ya perempuan juga bisa berkarir, apalagi destinasi wisata yang ada disini cukup tinggi menarik wisatawan, kalau bukan anak-anak muda daerah ini, siapa lagi yang akan mengembangkannya.Semoga kehadiran saya bisa menjadi semangat, ayo bangkit, bahwa harapan itu masih ada. Siapa lagi yang akan membangun Lombok kalau bukan putra-putrinya sendiri,” tambahnya.

Gadis yang memiliki tinggi badan 183 centi meter ini juga menyampaikan, potensi Pulau Lombok dengan daya tarik wisatanya yang sudah mendunia, seharusnya menjadi pelecut semangat generasi muda NTB menjadikan dirinya sebagai duta bagi daerahnya dalam memainkan peran besar pengembangan pariwisata.  Dan akan menjadi kerugian sendiri ketika hal tersebut tidak segera disadari.

3

Kezia Roslin Cikita Warou (suarantb.com/ast)

“Destinasi Pariwisata di sini begitu luar biasa. Namanya Lombok, siapa yang tidak kenal, tidak hanya kita, dari segi pariwisatanya, pantainya, tidak kalah dengan Provinsi Bali, Destinasi wisata disini kalau bukan anak-anak mudanya siapa lagi,” katanya.

“Harapannya Lombok tidak hanya memikirkan sumber daya alamnya yang sudah dititipkan oleh Tuhan, tetapi Lombok harus juga meningkatkan sumber daya manusianya untuk memajukan potensi yang sudah dimiliki oleh Pulau Lombok,” tambahnya.

Putri Indonesia Kezia Roslin Cikita Warouw rencananya akan berada di Kabupaten Loteng  selama dua hari dan akan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Lombok Barat sebelum bertolak ke Jakarta. “Rencananya sampai hari sabtu, sore menjelang malamnya sudah harus balik ke Jakarta,” tandasnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Darma Wanita Kabupaten Loteng,  Hj. Dewiani Supardan. Ia menyebut, dengan hadirnya Putri Indonesia di Loteng semoga menjadi pemicu semangat para generasi muda, khususnya para perempuan untuk lebih memacu diri dalam menentukan pilihan hidupnya.

“Jadi kanada motivasi untuk anak-anak mereka, jadi mereka termotivasi paling tidak ada figure lah. Ini lho Putri Indonesia. Ini jadi motivasi, jadi mereka ndak hanya memikirkan kawin muda terus,” katanya.

Angka pernikahan dini yang kian meningkat yang dibarengi peningkatan jumlah janda dengan kesejahteraan sosial rendah menurutnya menjadi persoalan menahun yang butuh perhatian serius. Hal tersebut pula yang menjadi alasan lain kenapa pihaknya mengupayakan Putri Indonesia 2016 untuk hadir di tengah-tengah masyarakat Loteng.

“Jadi kita harus mulai mencarikan solusi menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Tengah dengan berusaha meningkatkan angka usia perkawinan. Jangan baru tamat SD, SMP kawin,” terangnya yang diamini oleh Ketua Panitia kegiatan seminar, Nurmi Yamin.

Nurmi berharap, dengan hadirnya Putri Indonesia 2016 di Loteng  bisa menjadi inspirasi bagi semua warga khusunya kaum perempuan sehingga pada tahun-tahun yang akan datang bermunculan perempuan-perempuan hebat yang berasal dari Loteng.

“Kita berharap dengan hadirnya Putri Indonesia, bisa menjadi penyemangat lahirnya Kartini-Kartini Muda, Srikandi-Srikandi baru dari Lombok Tengah,” katanya.

Terkait dengan dukungan dari Pemda untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, Nurmi yang juga Ketua Darma Wanita Kecamatan Batukliang Utara ini menyampaikan, pihaknya selaku penyelenggara merasa kontribusi Pemda dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Loteng  sangat minim.  Menurut Nurmi, hal tersebut merupakan tindakan non kooperatif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai lembaga yang sejatinya memiliki tugas dan fungsi yang sejalan dengan kegiatan tersebut. (ast)