Puting Beliung Terjang Tiga Desa di Manggelewa, Enam Warga Terluka dan Puluhan Rumah Rusak

Rumah warga tiga Desa di Kecamatan Manggelewa Rusak diterjang bencana alam angin puting beliung, Minggu, 22 November 2020.(Suara NTB/BPBD)

Dompu (Suara NTB) -Bencana alam angin puting beliung kembali terjadi. Kali ini, menimpa warga tiga desa di Kecamatan Manggelawa. Puluhan rumah warga rusak dan enam orang terluka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, M. Jufri, S.T., M.T., yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan adanya bencana angin puting beliung yang menerjang rumah warga di Desa Lanci Jaya, Sukadamai dan Doromelo pada Minggu, 22 Nivember 2020 Pukul 14.00 Wita.

Selain merusak 35 unit rumah warga, bencana tahunan itu membuat enam orang terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan, bahkan diantaranya menderita patah tulang.
“Untuk kerusakan ada sekitar 35 rumah. Itu rusak berat, sedang dan ringan. Kemudian ada enam orang korban tertimpa bangunan, tapi sudah tertangani di Puskesmas Soriutu dan sekarang kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya.

Terhadap enam orang itu, lanjut dia, sudah ditinjau langsung pihaknya bersama tim reaksi cepat, kondisinya membaik serta tidak ada temuan korban luka baru atau meninggal dunia.
Saat ini tim sudah membuat tenda darurat yang terpusat di Desa Lanci Jaya. Pun telah membagikan bantuan penanggulangan awal bagi para korban, seperti misalnya 35 lembar terpal, selimut dan logistik. “Penanganan sementara dari BPBD, kami bersama tim sudah turun lapangan untuk membawakan bantuan tanggap darurat seperti terpal dan kebutuhan lain,” jelasnya.

Dikatakan Jufri, dari 35 rumah warga terdampak hanya satu unit yang rata dengan tanah, sementara yang lain mengalami kerusakan pada bagian atap dan tembok bangunan. Beruntungnya bencana tahunan ini tidak sampai menelan korba jiwa.
“Untuk korban meninggal ndak ada. Sekarang sebagian tinggal di tenda darurat, terutama satu orang yang rumahnya rata dengan tanah di Desa Lanci Jaya,” pungkasnya. (jun)