Pusat Lunasi Kekurangan Program Seribu Sapi

Penyaluran program seribu sapi bantuan bagi lima desa penyangga kawasan The Mandalika sudah tuntas dilakukan oleh pemerintah pusat.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah pusat telah memenuhi kekurangan sapi indukan bagi kelompok masyarakat penerima bantuan program seribu sapi dari Kementerian Pertanian di lima desa lingkar kawasan The Mandalika. Dengan begitu, seluruh bantuan sudah tersalurkan dan diterima oleh kelompok masyarakat penerima program.

Sekretaris Dinas Pertanian Lombok Tengah (Loteng), Taufikurrahman PN., kepada Suara NTB, Senin, 6 Desember 2021 mengatakan, sebelumnya program bantuan seribu sapi bagi lima desa penyangga kawasan The Mandalika yakni Desa Pengengat, Sukadana, Teruwai, Bangket Parak dan Mertak, semuanya di Kecamatan Pujut, sempat tersendat. Lantaran pihak rekanan tidak bisa memenuhi target pengadaan sapi bantuan bagi kelompok sasaran.

Iklan

Di mana total ada kekurangan sebanyak 256 ekor sapi betina dari target 500 ekor yang akan disalurkan. Sementara untuk sapi jantan sebanyak 500 ekor sudah bisa dipenuhi. Sehingga total seluruhnya sebanyak 1.000 ekor.

“Awal bulan kemarin, sisa kekurangan sapi sudah diserahkan ke kelompok masyarakat sasaran,” sebutnya. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wabup Loteng, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., langsung di bawah pengawasan pihak kejaksaaan.

Dengan begitu, untuk program bantuan seribu sapi bagi lima desa penyangga kawasan The Mandalika sudah dinyatakan tuntas. Tinggal bagaimana sekarang bantuan sapi yang sudah diterima, dirawat dan dikembangkan. Sehingga pada akhirnya bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat.

Program bantuan ini dihajatkan selain untuk mendorong pengembangan sektor peternakan di daerah ini, sekaligus menyiapkan kebutuhan daging bagi kawasan The Mandalika nantinya. Sehingga sapi yang diberikan dua jenis, sapi jantan dan betina.

Sapi jantan untuk digemukkan yang nantinya bisa dijual untuk modal membeli sapi lagi. Sisa hasil penjualan bisa untuk kebutuhan kelompok. Sementara sapi betina untuk dikembangkan. “Kalau soal pengadaan semua kewenangan di pemerintah pusat. Kita, di daerah hanya sebagai penyalur saja,” pungkasnya. (kir)

Advertisement