Pusat Gunakan Siswaskeudes Awasi Dana Desa di NTB

Ilustrasi (Dana Desa)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengembangkan Sistem Pengawasan Keuangan Desa (Siswaskeudes). NTB menjadi daerah pertama di Indonesia yang diterapkan sistem tersebut.

“Ini workshop pertama di Indonesia. Aplikasi pengawasan dana desa yang dibuat Kemendagri dibantu BPKP. Nanti akan diterapkan di seluruh Indonesia. Penerapannya yang pertama juga di NTB,” kata Inspektur III Inspektorat Jenderal Kemendagri, Dr. Elfin Elyas, M.Si., dikonfirmasi di Kantor Inspektorat NTB, Senin, 14 Juni 2021.

Iklan

Dengan menggunakan Siswaskeudes, kata Elfin, Inspektorat provinsi dan kabupaten/kota akan mengetahui desa-desa yang risiko tinggi terkait dengan pengelolaan keuangan desa. Baik yang terkait dengan  perpajakan, penatausahaan, dan pelaporan dana desa.

“Kalau risiko sudah kelihatan, maka kita akan mengetahui desa ini harus diawasi dengan fokusnya seperti ini. Karena kan desa banyak, ndak mungkin diawasi semuanya. Desa yang risikonya tertinggi (high risk), bisa kita audit langsung dan bisa kita kasih early warning,” katanya.

Melalui Siswaskeudes, lanjut Elfin, akan kelihatan pengelolaan dana desa yang tidak beres. Pasalnya, dari perencanaan, sampai pertanggungjawaban akan kelihatan.

“Kita mengintegrasikan Siswaskeudes dengan Siskeudes (Sistem Keuangan Desa),” terangnya.

Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Anggaran Daerah BPKP Pusat, Dadang Kurnia, Ak., M.B.A., aplikasi Siswaskeudes akan membantu Inspektorat provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan ke level desa. Dengan aplikasi ini, akan  kelihatan mutasi-mutasi keuangan desa.

“Bagaimana perencanaan penganggarannya, terlambat atau tidak. Bagaimana alokasi dananya, dipantau lewat Siswaskeudes. Kalau ada yang aneh-aneh, Inspektorat langsung ke sana,” katanya.

Ia menjelaskan setiap bulan akan kelihatan pengelolaan dana desa. Jika ada potensi penyimpangan, maka akan terdeteksi. “Anomali pengelolaan dana desa seperti apa, akan terdeteksi lewat Siswaskeudes ini,” terangnya.  (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional