Pusat Edukasi Berbasis Dusun

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, melaunching Posyandu Keluarga dan Kampung KB Tingkat Kecamatan Lenek, di Kantor Camat Lenek, Lombok Timur,  Kamis, 8 April 2021.

Dengan telah direvitalisasinya posyandu yang awalnya hanya melayani kesehatan ibu dan anak  menjadi posyandu keluarga, maka selanjutnya posyandu keluarga ini akan dapat melayani  remaja dan lansia juga.

Iklan

Posyandu keluarga katanya, nantinya diharapkan dapat mengurai beberapa permasalahan sosial dan kesehatan mendasar yang memang menjadi konsentrasi pekerjaan pemerintah di seluruh NTB saat ini. Seperti pemahaman tentang pernikahan dini, persoalan buruh migran, pemahaman tentang pola hidup lansia hingga persoalan lain. Termasuk stigma kesehatan yang secara turun temurun dipercayai oleh masyarakat harus ditangkal dengan penjelasan logis secara ilmu pengetahuan.

“Inilah pentingnya posyandu keluarga sebagai pusat edukasi berbasis dusun,” tegas Ummi Rohmi.

Melihat progres pertumbuhan posyandu keluarga, Wagub merasa bangga karena dalam waktu yang tidak terlalu lama seluruh desa di Desa Lenek mampu merevitalisasi posyandu keluarga, bahkan membentuk kampung KB.

“Ini surprise bagi saya. Ayo terus bergerak mensukseskan program pemerintah demi masyakat kita,” tutupnya.

Sekda Kabupaten Lombok Timur,  HM. Juaini Taufik, M.Ap., menyampaikan, progres pembentukan posyandu keluarga di Lotim ini berkat tantangan dan dukungan dari Wakil Gubernur.

Sejauh ini, tranformasi posyandu di Lotim pada bulan Maret sampai minggu pertama April sebanyak 644, sehingga total keseluruhan posyandu keluarga di Lotim sebanyak 1.389 buah posyandu keluarga atau 72 persen dari jumlah poayandu konvensional sebanyak 1.926 buah.

Pemda Lotim melalui Bupati terus menginstruksikan untuk segera merevitalisasi posyandu keluarga hingga 100 persen. ‘’Komitmen ini terus kami dorong, walaupun belum siap, di tengah keterbatasan namun terus berjalan.’’

‘’Untuk itu, OPD terkait kami dorong untuk langsung monev di desa-desa, memberikan pemahaman tentang pentingnya Posyandu Keluarga,’’ tambahnya.

Desa Lenek terdiri dari 10 desa. Ada 77 posyandu konvensional yang sudah berubah menjadi posyandu keluarga. Sedangkan Kampung KB awalnya desa ada 2 desa, yaitu Lenek Duren dan Kalibambang. Namun kini sudah 10 Kampung KB terbentuk. (r)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional