Pusat Blokir Dana Dekonsentrasi 22 Satker di NTB

Ilustrasi Anggaran (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Sedikitnya 22 Satker di NTB masih diblokir dana dekonsentrasinya tahun 2020 oleh Pemerintah Pusat. OPD yang menerima dana dekonsentrasi telah diminta mempercepat penyelesaian masalah administrasi agar blokir anggaran segera dibuka.

Data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, hingga pertengahan Februari, tercatat 22 Satker di NTB yang masih diblokir dana dekonsentrasinya sebesar Rp70 miliar lebih. ‘’Ini masalah persyaratan administrasi saja,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M. TP dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 17 Februari 2020.

Iklan

Wakil Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) NTB ini mengatakan, dua bulan lalu pihaknya sudah meminta OPD yang memperoleh dana dekonsentrasi agar menyelesaikan masalah pemblokiran anggaran tersebut. Seharusnya, sekarang sudah selesai masalah pemblokiran anggaran tersebut.

‘’Dari dua bulan yang lalu kita minta itu diselesaikan administrasinya. Saya belum tahu perkembangannya (sekarang), apa kendala OPD.  Nanti akan dikumpulin,’’ katanya.

Data Kanwil DJPB NTB per 31 Januari 2020, sebanyak 46 Satker memperoleh dana dekonsentrasi di NTB pada tahun 2020 sebesar Rp141,9 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak 22 Satker yang masih diblokir dananya sebesar Rp70,5 miliar.

Kepala Kanwil DJPB NTB, Syarwan, SE, MM menyebutkan, 22 Satker yang masih diblokir dana dekonsentrasinya. Antara lain, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB sebesar Rp483 juta lebih, Dinas Pemuda dan Olahraga NTB  Rp3,7 miliar lebih. Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Rp851 juta lebih, Dinas Kesehatan NTB Rp856 miliar lebih.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan NTB Rp127 juta lebih, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Rp6,7 miliar, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Rp1,9 miliar lebih dan Rp16,4 miliar. Dinas Perdagangan NTB Rp1,4 miliar lebih, Dinas Perindustrian NTB Rp2,4 miliar lebih, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB masing-masing Rp828 juta lebih, Rp3,07 miliar, Rp630 juta, Rp976 juta lebih dan Rp932 juta.

Kemudian, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB masing-masing Rp7,6 miliar dan Rp2,3 miliar. Dinas Dikbud NTB Rp4,5 miliar dan Rp985 juta lebih,  Disnakertrans NTB Rp318 juta, Dinas Perdagangan NTB Rp2,1 miliar dan Dinas Ketahanan Pangan NTB Rp11,08 miliar. (nas)