Pupuk Palsu Beredar, Bupati Sumbawa Ingatkan Jangan Main-Main

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Beredarnya pupuk palsu di Sumbawa membuat Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, ikut menanggapi. Apalagi pupuk palsu dimaksud sudah beredar ke berbagai wilayah di Sumbawa.

“Kita dapat tambahan kuota pupuk pada tahun ini. Yang sudah didistribusikan ke petani. Jangan kemudian pupuk palsu yang diedarkan, yang saya dengar informasinya sudah kemana kemana. Jangan main main. Siapa saja, jangan main main dengan urusan ini,” tandas Husni.

Iklan

Kewajiban Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Sumbawa untuk kemudian lebih tertib mengawasi pupuk di lapangan. Jangan sampai, ada pupuk palsu beredar lagi.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Dinas Pertanian (Distan) bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Sumbawa menemukan indikasi beredarnya pupuk palsu di beberapa kecamatan di Sumbawa. Sebagian telah disita dan ditarik peredarannya.

Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Distan Sumbawa, Isnaini S.P, menyebutkan pupuk palsu yang beredar tersebut dengan merk PHOSKAHA. Ditemukan di kecamatan Empang dan Kecamatan Moyo Hulu. Sampelnya telah diambil dan di uji lab di Laboratorium Kimia Analitik Fakultas MIPA Unram.

Hasilnya, kandungan unsur hara yang tertera dalam kemasan pupuk dimaksud, jauh dari besar kandungan yang sebenarnya terdapat dalam pupuk. “Ini bisa kita katakan pupuk Palsu. Informasinya pupuk ini didatangkan dari Surabaya,”sebutnya.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang juga tergabung dalam KP3 untuk mengambil langkah langkah persuasif terhadap penyuplai pupuk palsu ini. Selain itu, Distan juga menemukan indikasi pupuk palsu yang beredar di kecamatan Rhee dengan merk Multiara 18. Sampel sudah diambil namun belum keluar hasil uji lab. Sementara ini peredarannya masih terus dipantau. (arn)