Punya Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Mataram Sulit Masuk Wilayah Level Dua

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mencatat masih banyaknya pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap menjadi tantangan terberat untuk Kota Mataram bisa turun status menjadi daerah PPKM level dua. Terlebih rumah sakit di Kota Mataram menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 dari kabupaten/kota lain di NTB.

“Menurut kami salah satu yang paling sulit untuk turun ke level dua itu karena pasien rawat inap masih banyak. Dari 13 rumah sakit yang ada, 60 persen pasien (Covid-19) yang dirawat itu asal Kota Mataram, dan 40 persen sisanya dari luar kota,” jelas Kepala Dikes Kota Mataram, dr. Usman Hadi, Selasa, 7 September 2021.

Iklan

Untuk indikator penanganan yang lain Kota Mataram disebutnya telah cukup berhasil. Dicontohkan seperti upaya penelusuran kontak di mana Kota Mataram menjadi kedua terbanyak se-NTB setelah Lombok Barat.

“Kita masih menerapkan penelusuran kontak dengan 15 orang untuk satu orang pasien positif. Testing kita juga bagus,” ujar Usman. Berdasarkan Inmendagri Nomor 41/2021 Kota Mataram diharuskan melakukan testing 369 orang suspek Covid-19 per hari. “Kita bisa mencapai ini, tapi kita sesuaikan dengan jumlah konfirmasi positif harian. Yaitu dengan satu banding 15 tadi,” sambungnya.

Selain itu, jika melihat dari jumlah kasus positif per lingkungan di Kota Mataram, maka dari 325 lingkungan yang ada sudah tidak ditemukan lagi zona merah atau lingkungan dengan jumlah kasus di atas lima orang.

Berdasarkan catatan pihaknya jumlah lingkungan zona hijau dengan nol kasus terus meningkat hingga 69,54 persen atau 226 lingkungan. “Sementara 25,85 persen atau 84 lingkungan itu masih zona kuning dengan kasus positif 1-2 orang. Kemudian 4,62 persen atau 15 lingkungan masuk zona oranye dengan jumlah kasus positif 3-5 orang,” jelasnya.

Satgas Covid-19 Provinsi NTB mencatat sampai dengan 6 September 2021 terjadi total konfirmasi positif di Kota Mataram mencapai 6.880 kasus. Rinciannya, 6.337 orang pasien dinyatakan sembuh, 236 orang meninggal dunia, dan 267 orang masih menjalani perawatan.

Jumlah tersebut termasuk penambahan 20 orang pasien positif baru, 61 pasien sembuh baru dan dua orang pasien meninggal yang tercatat di tanggal yang sama. Jika melihat perkembangan data tersebut, pihaknya optimis penanganan Covid-19 di Kota Mataram bisa berjalan maksimal dengan syarat penerapan protokol kesehatan berbasis 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) tetap dijalankan.

“Sebagai kota yang punya banyak rumah sakit rujukan, kita tidak boleh pilih-pilih pasien. Untuk yang dirawat di rumah sakit ini memang yang gejalanya sedang-berat, dan itu bisa dirawat berminggu-minggu kalau parah. Tetapi tidak apa-apa. Yang penting khusus untuk Kota Mataram kita targetkan 325 lingkungan bisa hijau atau nol kasus positif,” tandas Usman. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional