Punya Potensi Besar, Lobar Ekspor Komoditas Kopi Daerah Lain

Asisten II Setda Lobar Rusditah bersama Kepala Dinas Pertanian H. Muhur Zokhri saat membahas potensi sejumlah komoditas ekspor salah satunya kopi, Rabu, 6 Oktober 2021. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat (Lobar) tercatat beberapa kali melakukan ekspor komoditas kopi ke luar negeri. Sayangnya, dari komoditas kopi yang diekspor itu sebagian besar berasal dari daerah lain. Seperti Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara. Hanya sebagian yang diambil dari Lobar. Untuk itu, Dinas Pertanian Lobar pun tengah fokus meningkatkan budidaya kopi ini untuk mendukung program Gratieks dari pemerintah pusat.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pertanian Lobar H. Muhur Zokhri, usai rapat dengan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid di kantornya Rabu, 6 Oktober 2021.

Iklan

Untuk budidaya kopi di Lobar, terdapat luas areal 721 hektare lebih yang sudah dikembangkan, karena jumlah produksinya, mencapai 365 ton per tahun, provitas 618 kilogram per hektare. Untuk harga bibit kopi sendiri sejauh ini, mencapai Rp11.500 per pohon dan jumlah petani di Lobar mencapai 1.510 KK.

Terkait kebutuhan ekspor komoditas kopi, diakuinya, kopi tidak saja dari Lobar, namun berasal dari beberapa daerah lain. “Kalau kopi memang ada mentahnya itu dari KLU, Lotim. Ada juga sebagian dari Lobar,” aku dia.

Karena itu, semenjak dua- tiga tahun terakhir pihaknya meningkatkan intensitas pembinaan ke petani kopi dengan memberikan bantuan bibit ke sejumlah kelompok tani. “Tentu belum banyak sentuhan teknologi bagi ke petani, itu yang menjadi arah pembinaan ke depan. Sehingga provitas bisa ditingkatkan,” jelasnya.

Pihaknya meminta petugas lapangan meningkatkan pembinaan terhadap komoditas ekspor ini. Ke depan upaya ini akan terus ditingkatkan. “Kami akan turun terus, melalui program jenguk petani,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa daerah Lobar sangat potensial untuk semua jenis komoditas ini. Dengan sumber daya alamnya sangat potensial mendukung program pemerintah soal ekspor. Di daerah selatan, utara lahan kering cukup luas, tidak kurang mencapai 24 ribu hektare dan ini hampir semua, termasuk lahan-lahan produktif untuk subsektor perkebunan. Terdapat komoditas unggulan, seperti kopi, kelapa, mete, kakao dan vanili.

Untuk menangkap peluang ekspor kopi ini, pihaknya melalui UPT dan PPL untuk meningkatkan kapasitasnya agar produk petani sesuai standar ekspor. “Kami arahkan pembinaan ke komoditas-komoditas ini,” ujarnya.

Asisten II Setda Lobar menambahkan, Pemda sudah ditekankan agar melakukan ekspor tiga kali melalui program Gratiek oleh kementerian, sehingga diambil langkah beberapa komoditas yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara lain terus digenjot.

Seperti kopi, trigona dan porang. Untuk trigona dan kopi sedang fokus ditingkatkan pembinaan bagi petani dan pelaku usaha. Salah satu upaya tindaklanjut, bupati akan melakukan touring ke lokasi budidaya kopi. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional