Pungutan Parkir di RSUD Jangan Beratkan Masyarakat

Dede Hasan Basri. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pungutan parkir di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa kerap mendapat keluhan dari masyarakat, terutama keluarga pasien yang berkunjung ke rumah sakit setempat. Pasalnya juru parkir tetap memungut biaya setiap pengunjung keluar masuk berurusan. Hal ini dinilai memberatkan keluarga pasien yang sedang dalam kesusahan. Keluhan ini sudah ditindaklanjuti pihak RSUD dengan mengingatkan pihak pengelola parkir.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait mengenai area parkir di RSUD Sumbawa. Terhadap parkir di tepi jalan atau di depan RSUD menjadi ranah Dinas Perhubungan. Sedangkan yang menjadi area rumah sakit yakni parkir yang berada di dalam. “Untuk parkir, itu sudah pernah kita rapatkan dengan Dinas Perhubungan, Inspektorat, semuanya. Kalau area di jalan raya itu  area perhubungan, bukan kita. Jadi jika masyarakat parkir di luar rumah sakit, misalnya di jalan raya itu area Perhubungan. Yang di dalam itu area rumah sakit,” ujarnya, Selasa, 6 April 2021.

Iklan

Menurutnya, parkir di area rumah sakit adalah parkir khusus dan ada aturannya. Aturannya melalui Peraturan Bupati (Perbup). Jika terjadi persoalan terkait parkir, maka ada bagian yang mengurusi di rumah sakit. “Jadi jika ada keluhan atau kendala tentang parkir, mereka pasti dipanggil (pengelola red). Dan kita juga sampaikan dengan biaya parkir itu sekian, kalau tidak kita tindaklanjuti siapa itu oknum yang meminta lebih,” ungkapnya.

Terhadap keluarga pasien yang berkunjung meskipun 24 jam, pihaknya meminta agar pungutan parkir jangan sampai ditaril berulang. Hal ini juga sudah ditekankan kepada juru parkir dan pihak pengelola. Paling tidak keluarga pasien yang berkunjung dapat diringankan. Misalnya pungutan parkirnya hanya sampai Rp 5 ribu atau Rp 6 ribu, meskipun waktu berkunjung 24 jam. “Kita nda memakai seperti rumah sakit lain. Contoh rumah sakit provinsi kan ada per jam. Dua jam pertama sekian, kita nda pakai seperti itu. Kita tidak mau membebankan masyarakat. Dan juga tidak boleh yang selama ini terdengar ada parkir misalnya double. Sudah keluar, datang kembali dipungut. Itu sudah saya perintahkan untuk tindaklanjuti. Kalau ada keluarga pasien yang menjaga cukup membayar sekali saja,” tegasnya.

Pihaknya juga menegaskan, jika terjadi kehilangan di area parkir dalam rumah sakit menjadi tanggung jawab dari pihak pengelola parkir.  “Yang di dalam itu area rumah sakit. Jika ada kehilangan ataupun apapun itu, mereka yang tanggung jawab (pengelola parkir), bukan rumah sakit,” tandasnya. (ind)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional