Pungli Pasar Kebon Roek akan Tetapkan Tersangka

Mataram (Suara NTB) – Tim Saber Pungli Polres Mataram, terus mendalami aliran uang pungutan liar (pungli) di Pasar Kebon Roek. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Penyidik segera akan menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, S.IK, Kamis, 7 Juni 2018 menerangkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah korban dan saksi pungutan liar di Pasar Kebon Roek.

Iklan

S diduga sebagai aktor tidak ditahan, karena penyidik masih melengkapi berkas yang akan mengarah penetapan tersangka. “Kami masih melakukan pemeriksaan,” kata Kapolres.

Dari hasil pengembangan, pelaku S diketahui telah sering melakukan praktik tersebut. Hasil pungli dibagi – bagi ke kelompok mereka. Aliran hasil kejahatan itu juga akan ditelusuri. Kapolres menambahkan, penangkapan pelaku berkat laporan masyarakat. Tim saber pungli mengecek dan menemukan indikasi tersebut.

“Ada laporan kemudian kita tindaklanjuti,” tambahnya.

Menurut Kapolres, pengungkapan pungli merupakan kali kedua setelah penangkapan Kepala Pasar Sayang – sayang. Kasus ini harus jadi pembelajaran bersama, agar praktik ini tidak terjadi lagi. “Pemkot Mataram dan Tim Saber Pungli Polres Mataram bekerjasama memberantas kasus ini,” tandasnya.

Petugas keamanan Pasar Kebon Roek inisial S, terjaring operasi tangkap tangan (OTT). S kedapatan memungut uang ke pedagang dengan dalih biaya keamanan. Petugas mengamankan sejumlah uang diduga hasil pungutan liar.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum mengungkapkan, selama ini yang dikhawatirkan adalah petugas juru pungut. Faktanya, petugas keamanan justru melakukan pungutan liar ke pedagang. Artinya, ada modus dilakukan oleh pelaku dengan melibatkan baru orang lain untuk menjalankan aksinya.

Menurut Makbul, tak menutup kemungkinan modus ini berkembang di sektor lain, sehingga akan segera didalami atau telusuri. “Mungkin saya akan memperbanyak menggali informasi dari tim,” jawab Makbul.

Pencegahan terhadap praktik ilegal itu telah banyak diperbuat oleh Inspektorat selaku tim Saber Pungli. Pihaknya sosialisasi ke sekolah dan pasar. Hal ini dimaksudkan agar petugas pada sektor pelayanan publik memahami.

Makbul enggan berspekulasi bahwa kerja keras tim selama ini tidak berhasil. Pelaku yang terlibat hanya segelintir orang. “Iya, kita positif thinking saja turun ke lapangan,” katanya. (cem)