Puncak Arus Balik, Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Poto Tano dan Lembar

Antrean kendaaraan memadati Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur pada arus balik, Minggu (9/6). Antrean kendaraan juga terjadi di Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbai, Minggu kemarin. (Suara NTB/ils/her)

Taliwang (Suara NTB) – Puncak arus balik lebaran tahun 2019 di Pelabuhan Penyeberangan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, terjadi pada Minggu, 9 Juni 2019. Antrean panjang kendaraan di kedua pelabuhan penyeberangan itu, terjadi sejak pagi hari.

Di Pelabuhan Poto tano, pada puncak arus balik ini, jumlah kendaraan dan penumpang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2018. Bahkan kemarin,  jumlah kendaraan roda dua yang sudah diberangkatkan dari Pelabuhan Poto Tano meningkat 200 persen dan kendaraan roda empat mencapai 158 persen jika dibandingkan tahun lalu. Akibat padatnya arus lalu lintas, antrean kendaraan yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Poto Tano diperkirakan mencapai dua kilometer.

Iklan

‘’Terjadi lonjakan kendaraan dari Pulau Sumbawa yang akan menyeberang ke Pulau Lombok dan Pulau Jawa sejak beberapa hari yang lalu dan hari ini (kamarin, red) puncaknya. Bahkan semua kapal yang diberangkatkan dari Poto Tano penuh sesak dan diprediksi masih akan terus terjadi hingga malam. Karena masih banyak kendaraan yang belum melakukan perjalanan balik dari Pulau Sumbawa ke Lombok dan sekitarnya,’’ ujar Manager Operasional PT ASDP Cabang Poto Tano, Samiun Akbar SE saat ditemui Suara NTB, Minggu, 9 Juni 2019.

Dikatakannya, meskipun untuk saat ini sudah ada penumpukan kendaraan menuju ke pulau Lombok dan sekitarnya mencapai dua kilometer, tetapi pihaknya sudah menyiasati dengan merubah jadwal proses bongkar muat kapal. Yakni dari waktu normal 50-40 menit menjadi 30 menit saja untuk bisa mengurai antrean kendaraan. Hanya pola tersebut belum memberikan hasil yang maksimal, karena faktanya kendaraan masih tetap saja terjadi penumpukan di Pelabuhan Poto Tano. Bahkan 22 kapal roro yang disiapkan di mana kapal yang stand by di dermaga tersisa tinggal dua unit, tetap saja belum mampu mengurai antrean yang terjadi saat ini.

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya untuk bisa mempercepat proses bongkar muat supaya antrean kendaraan bisa terurai. Bahkan jika kondisi tidak memungkinkan, kapal yang saat ini sedang stand by juga akan dioperasikan kembali supaya bisa mengurai kemacematan di pelabuhan. ‘’ Karena hari ini puncak arus balik, semua kendaraan yang kita operasikan tetap saja penuh. Namun demikian, kita tetap akan memantau kondisi terkini yang ada di pelabuhan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,’’ ujarnya.

Jika dibandingkan denga tahun 2018 lalu pada musim tahun baru, tahun 2019 ini ada kenaikan jumlah penumpang sekitar 100 persen. Kenaikan ini terjadi di golongan tiga (kendaraan umum dan pribadi) dan kendaraan roda dua. Hal ini merupakan dampak dari mahalnya harga tiket pesawat untuk semua rute penerbangan. Sehingga masyarakat mencari alternatif dengan tetap menggunakan kapal laut untuk sampai ke kampung halamannya.

Naik 8-10 Persen

Sementara itu, penumpang arus balik di pelabuhan penyeberangan Lembar membeludak mulai H+3 lebaran. Total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Lembar ke Padangbai (Bali) dan Surabaya (Jawa Timur) melalui KM. Legundi mencapai 26.119 orang.  Jumlah penumpang yang menyeberang di Pelabuhan Lembar mengalami peningkatan rata-rata hingga 8 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan yang tajam terjadi di kendaraan mencapai 12 persen. Peningkatan penumpang ini disebabkan salah satunya harga tiket pesawat yang mahal sehingga pengguna jasa banyak memilih penyeberangan.

Pantauan Suara NTB di Pelabuhan Lembar,  penumpukan terjadi jalur roda dua. Ratusan penumpang antre menunggu keberangkatan.  Di pelataran parkir pelabuhan juga dipenuhi kendaraan roda empat, seperti truk  berukuran kecil, sedang dan besar.  Penumpukan truk ini terjadi karena pengangkutan penyeberangan memprioritaskan pemudik yang mau menyeberang.

Kepala BPTD Wilayah XII Bali NTB, Agung Hartono yang dikonfirmasi mengatakan, penumpang mudik dan arus balik mengalami peningkatan rata-rata 8 persen. ‘’Penumpang mudik dan arus balik rata-rata naik 8 persen mulai sejak H-7 sampai sekarang,’’ kata Agung.

Berdasarkan data pada BPTD, jumlah penumpang yang melalui Pelabuhan Lembar ke Padangbai dan Surabaya menggunakan KM Legundi mencapai 30.789 orang meningkat dibandingkan tahun 2019 mencapai 30.555 orang. Kendaraan roda dua mengalami penurunan dari 4.665 unit tahun 2019 (hingga H+3 lebaran) di banding tahun 2018 mencapai 5.090 unit. Sedangkan kendaraan roda empat campuran mengalami peningkatan dengan kisaran 9,7 persen dari 4.412 unit tahun 2018 dan 4.840 unit tahun 2019.

Lebih dirincikan perbandingan penumpang penyeberangan Lembar-Padangbai dengan Lembar-Surabaya, penumpang Lembar-Surabaya mengalami peningkatan. Penumpang Penyeberangan Lembar-Padangbai mencapai 22.820 orang, kendaraan roda dua 3.134 unit, roda empat campuran 3.820 unit. Sedangkan penumpang KM. Legundi ada tiga kali pelayanan penyeberangan dengan total 3.299 orang atau naik 8 persen, roda dua 369 unit, kendaraan campuran 573 unit. Bahkan kata dia, penumpang kapal legundi mencapai 1.300 orang melebihi kapasitas 1200 orang.

GM PT ASDP Yulianto mengatakan,puncak arus balik di Pelabuhan Lembar sudah mulai terjadi sejak Sabtu malam, terutama kendaraan roda dua. Sedangkan pelayanan Lembar-Surabaya belum meningkat karena belum ada pelayanan penyeberangan. Biasanya kata dia peningkatan akan terjadi H+7 lebaran, usai lebaran ketupat. ‘’Peningkatan rata-rata penumpang arus mudik dan balik mencapai 8-10 persen,’’ sebutnya. Per hari kata dia, jumlah pemudik yang berangkat mencapai 400-500 orang termasuk kendaraan. Puncak arus balik kata dia, biasanya terjadi sore atau malam hari. Jika terjadi lonjakan pihaknya memberlakukan ekstra trip, seperti yang dilakukan malam minggu kemarin.  (ils/her)