Puluhan Wartawan Gelar Aksi Teatrikal di Kantor DPRD Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan wartawan yang tergabung dalam FPII, IJTI, dan IPJI menggelar aksi di depan kantor DPRD Lombok Barat (Lobar), Kamis, 27 April 2017. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap oknum anggota dewan terkait pernyataan nya yang dinilai melecehkan profesi wartawan dengan menyebut wartawan dibungkam terkait pemberitaan. Bahkan hal itu disampaikan di hadapan rapat paripurna.

Koordinator aksi, Sahib dalam orasinya mengutuk pernyataan oknum anggota DPRD Lobar tersebut. “Kami menyayangkan pernyataan yang keluar dari anggota dewan yang terhormat. Seharusnya sopan dan beretika, malah justru sebaliknya. Ini sangat menyakiti hati kami,” protesnya.

Iklan

Pernyataan tersebut juga dinilai bisa menimbulkan hubungan eksekutif dan legislatif merenggang. Dan sangat tendensius dan mendiskreditkan profesi wartawan. ”Pernyataan itu bisa menimbulkan pemahaman yang multitafsir dan preseden buruk,” tegasnya.

Terkait persoalan itu, kalangan wartawan menyampaikan beberapa pernyataan sikap. Antara lain mengecam dan menolak segala bentuk tindakan pelemahan dan upaya pembungkaman kebebasan berekspresi para jurnalis di NTB, khususnya di Kabupaten Lobar.

Kedua, menuntut yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi agar tidak menimbulkan fitnah. Selanjutnya, para wartawan mendesak agar oknum bersangkutan meminta maaf kepada insan pers dalam waktu 3×24 jam.

”Unsur pimpinan dan Badan Kehormatan DPRD juga harus memberikan tindakan yang tegas terhadap oknum anggota dewan tersebut,” ujar Riadi Sulhi, salah satu peserta aksi.

Setelah melakukan aksi beberapa jam, unsur pimpinan DPRD Lobar akhirnya bersedia menemui para awak media. Unsur pimpinan yang diwakili oleh Wakil Ketua I Multazam, dalam kesempatan itu meminta maaf secara kelembagaan. ”Kami akan koordinasikan, kami kan diberi waktu 3×24 jam,” janjinya.

Dalam kesempatan itu, kalangan dewan meminta dan mengundang para awak media untuk berdiskusi di dalam ruangan. Namun, para wartawan menolak dan meminta agar oknum yang bersangkutan menemui masa aksi di luar.  Hal itu sebagai bentuk kekecewaan mereka, karena menganggap pernyataan oknum dewan yang terlalu angkuh merasa ruang paripurna milik mereka.

Sementara itu, oknum anggota DPRD Lobar yang diduga melecehkan profesi wartawan H Zulkarnaen dalam sambungan telepon kepada salah seorang wartawan mengatakan persoalan itu seharusnya tidak diperpanjang. Karena sebelumnya dirinya langsung meminta maaf setelah melontarkan ucapan tersebut.

Zulkarnain mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pimpinannya di DPD Golkar NTB. Setelah konsultasi tersebut, dirinya secara kelembagaan akan mengundang insan pers yang bertugas di Kabupaten Lobar. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here