Puluhan Warga Terdata Sebagai Penduduk Baru

Mataram (suarantb.com) – Dalam bulan Juli ini, puluhan warga terdata sebagai penduduk baru Kota Mataram. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Drs. H. Ridwan menyampaikan data yang dihimpun pihaknya dari tanggal 1-13 Juli, jumlah pendatang yang tercatat sebagai warga Kota Mataram sebanyak 88 orang.

“Itulah jumlah warga yang datang atau masuk ke kota. Sedangkan yang pindah ke daerah lain itu sebanyak 68 orang,” jelasnya.

Iklan

Ridwan menjelaskan ada dua jenis pendatang di Mataram yaitu pendatang tanpa mekanisme surat pindah-datang dan pendatang resmi yang membawa surat pindah. Jenis kedua inilah yang kemudian bisa didata dan tercatat di dalam SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) Dinas Dukcapil Kota Mataram.

“Pendatang tanpa mekanisme surat pindah ini tidak tercatat di Dukcapil. Orang yang datang ini bisa karena ikut keluarganya, direkrut sebagai PRT (pembantu rumah tangga), atau datang secara mandiri dengan berbagai alasan,” terangnya.

Banyaknya warga yang memilih bermigrasi ke kota menurutnya merupakan fenomena sebuah kota. Kendati demikian, tingkat urbanisasi penduduk ke Kota Mataram tidak seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia. Urbanisasi penduduk ini diterangkan Ridwan membawa berbagai dampak, tidak hanya pertambahan jumlah penduduk, tetapi juga menyumbang volume sampah, munculnya pemukiman kumuh, gelandangan dan pengemis, pengangguran, dan dampak negatif lainnya. “Itu yang menjadi persoalan sebuah kota,” ujarnya.

“Urbanisasi membawa beban bagi kota; sampah, kemacetan, kepadatan penduduk, dan tidak menutup kemungkinan juga soal kamtibmas dan kriminal,” sambungnya.

Terkait puluhan penduduk yang keluar dari Kota Mataram disebutkan Ridwan karena berbagai faktor. Salah satunya adalah karena memilih membeli rumah di luar kota. Pasalnya harga rumah atau tanah di wilayah luar kota cenderung lebih murah. Selain itu ada juga warga yang pindah ke luar daerah seperti Pulau Jawa dan Kalimantan. Ridwan mengungkapkan selama ia menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil sejak 2014 lalu, sistemnya mencatat lebih banyak warga yang keluar daripada yang datang ke Kota Mataram. Namun warga pendatang yang tanpa melalui mekanisme pindah-datang belum bisa diketahui jumlahnya. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here