Puluhan Warga Tak Masuk DPT, Pilkades di Desa Tempos Gerung Ribut

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Lombok Barat (Lobar) secara umum berjalan lancar dan aman. Namun pilkades sedikit diwarnai keributan di Desa Tempos Kecamatan Gerung, persisnya di Dusun Luwuk menyusul 20 warga setempat tak bisa memilih, lantaran tidak masuk Daftar pemilih tetap (DPT). Mereka memperoleh surat undangan memilih dari pihak panitia, namun semua salah nama. Bahkan ada beberapa yang tak masuk DPT. Warga yang tak masuk DPT ini pun memaksa panitia untuk memberikan hak pilih dengan alasan mereka memiliki KTP Desa Tempos.

Suhaimi warga Tempos memprotes pihak panitia pilkades, sebab dirinya tidak diperbolehkan memilih. Lantaran pihak saksi menolak, karena dirinya memilih karena namanya tak tercantum dalam DPT. Tidak saja Suhaimi, namun belasan warga setempat juga memprotes panitia, karena tak bisa memilih lantaran nama mereka tidak masuk di DPT.

Iklan

Kondisi ini menyebabkan pemilihan sempat gaduh. Kebetulan saat itu, rombongan Pemda terdiri dari Kasatpol PP, Baiq Yeni Ekawati, Plt Kepala Kesbangpol, Ketut Sandiasa dan Kapolres Lobar AKBP I Wayan Jiartana, Camat Gerung, Baiq Mustika serta jajaran FKPD lainnya turun ke lokasi memantau jalannya Pilkades.

Saat itu juga proses pemilihan sempat dihentikan sementara, lantaran warga yang tak dibolehkan memilih meminta proses pemilihan dihentikan. “Hentikan sementara sebelum ada solusi kami bisa memilih, karena hampir 20 warga tak bisa memilih karena tak masuk DPT,” protes Suhaimi.

Menyikapi kegaduhan ini, pihak Kadus, panitia bersama KPPS dipimpin Camat Gerung, Baiq Mustiqa melakukan mediasi untuk mencari solusi permasalahan ini. Menurut petugas KPPS, Mintah, 20 warga di dusun setempat tak bisa memilih, karena tidak ada namanya di DPT. Jumlah total DPT di Dusun Luwuk Lauq sendiri khusus di TPS 8 sebanyak 365 orang. Nama yang tertera di DPT lanjutnya berbeda dengan nama asli di KTP, sehingga pihak panitia tak berani mengizinkan mereka memilih.

  Tersangkut Kasus Korupsi, Sejumlah Oknum Kades di Lobar Dipecat

Pihak panitia menyatakan pihak panitia sudah melakukan verifikasi di bawah terkait nama-nama pemilih. Nama-nama pemilih diperoleh dari desa dan dusun lalu diverifikasi lagi. Sebagai jalan keluarnya, pihak panitia berembuk dengan para saksi dan pihak panitia disaksikan oleh pihak kecamatan dan pemda agar warga yang tak masuk dalam DPT bisa ikut memilih.

“Solusinya berembuk dengan para saksi, panitia dan pihak terkait agar mereka bisa ikut memilih,” jelas Sadri.

Sementara itu, Camat Gerung, Baiq Mustika menyatakan pihaknya telah memberikan solusi melalui berembuk dengan para saksi dan panitia, sehingga warga bisa ikut memilih.

Kadus Luwuk, H. Sofyan justru memprotes pihak panitia yang menyerahkan nama wajib oleh panitia sebab banyak yang tidak sesuai. Pihaknya melakukan verifikasi di bawah, menemukan hal tersebut.

Sementara hasil pantauan tim pemda ke desa yang mengelar Pilkades, tidak ada gangguan yang berarti. Seperti di Pilkades Labuan Tereng Lembar berjalan lancar. Begitu pula pelaksanaan di Desa Sekotong Timur dan Sekotong Tengah serta di wilayah sekotong lainnya berjalan tanpa gangguan. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here