Puluhan Warga Sekotong Sukarela Kembalikan Bantuan Ganda

Warga Desa Sekotong Tengah mengembalikan bantuan dobel dari pemerintah. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 40 warga penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengembalikan bantuan yang diterimanya sebesar Rp600.000. Bantuan tersebut dikembalikan oleh  para penerima yang mendapatkan bantuan dobel dari  Kementerian Sosial RI, yaitu BST (Bantuan Sosial Tunai). Para penerima bantuan ganda tersebut mengembalikan secara sukarela, dan diserahkan  kepada warga yang belum mendapatkan bantuan.

“Karena BST  bersumber dari Kementerian Sosial RI. Pencairannya juga belakangan dari BLT DD, maka terdapat banyak penerima BST yang dobel dengan BLT DD. Agar tidak timbul penerima manfaat yang dobel, kami sudah instruksikan kepada para kadus untuk mendata dan membuatkan berita acara penggantian penerima BLT DD,” ungkap Kepala Desa Sekotong Tengah Lalu Sarappudin, di kantornya Jumat, 12 Juni 2020.

Iklan

Adapun mekanisme pengalihan bantuan, para penerima BLT DD yang namanya terdaftar sebagai penerima BST menyerahkan uang yang diterimanya dari BLT DD kepada warga yang telah ditetapkan sebagai penggantinya. Adapun daftar nama pengganti telah diusulkan serta diverifikasi dan ditetapkan melalui musyawarah desa khusus bersama BPD. Di mana pencairan BST Tahap 2 dilakukan di Kantor Pos Sekotong pada tanggal 5 hingga 7 Juni 2020. Sedangkan BLT DD Tahap 2 di desa ini, disalurkan pada tanggal 9 Juni 2020.

“Jika tidak dilakukan pengalihan atau penggantian,maka para penerima yang dobel akan menerima sebesar Rp1.200.000,yang Rp600.000 dari BST dan Rp600.000 dari BLT DD.Jika di biarkan,hal ini tentu akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga yang lain,” ujarnya.

Berdasarkan rekapan data penerima bantuan sosial di Desa Sekotong Tengah,di antara 2.654 KK,terdapat 602 KK penerima BPNT,595 KK Mendapat PKH,284 JPS Lobar,54 KK JPS NTB Gemilang,388 Penerima BLT DD,254 BST Kemensos RI dan BPNT Perluasan sebanyak 102 KK. “Karena penyaluran bantuan dari masing masing sumber tidak dilakukan serentak,ini yang menyebabkan terjadinya istilah yang satu “nganget” dan yang lainnya “ngengat“(yang satu dapat yang lain cuma menonton, red),”kata Muhamad Rasid, Sekdes Sekotong Tengah. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional