Puluhan Terjaring Razia Masker, Pelanggar Dihukum Menyapu Jalan

Salah seorang warga dihukum menyapu sampah karena lalai mengenakan masker, Senin, 14 September 2020.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Hari pertama razia masker atau operasi yustisi tentang penanggulangan penyakit menular yang diatur dalam Perda Provinsi NTB nomor 7 Tahun 2020, di wilayah Kabupaten dan Kota Bima, Senin, 14 September 2020, puluhan warga terjaring.

Di wilayah Kabupaten Bima tercatat ada sebanyak 13 orang yang terjaring. Razia masker dipusatkan di Pertigaan Desa Panda Kecamatan Palibelo (depan Mapolres Bima). Sedangkan di wilayah Kota Bima razia masker dipusatkan di jalan Gajah Mada atau tepatnya di depan toko Agung Makmur.  Tercatat ada 42 orang termasuk ASN yang ikut terjaring.

Iklan

Kapolres Bima melalui Kasubag Humas Iptu Hanafi mengaku, 13 orang yang terjaring karena masih melanggar protokol kesehatan Covid-19, yakni tidak menggunakan masker. “Hari pertama razia masker ada 13 orang terjaring. 3 orang dikenakan sanksi denda Rp100 ribu dan 10 orang diberikan sanksi sosial berupa menghafal Pancasila,” katanya.

Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono, mengaku pada hari pertama razia masker pihaknya bersama TNI, Pol PP masih banyak pengendara yang tidak menggunakan masker. Puluhan warga yang terjaring langsung disidang di tempat oleh Tim Pengadilan Negeri (PN) Bima. Sanksi yang diterapkan ada yang berupa denda dan sosial. “Langsung disidang di tempat. Ada yang membayar denda Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Termasuk sanksi sosial,” katanya.

Sesuai Amanat Perda

Terpisah, Kapolres Dompu, AKBP. Syarif Hidayat, SH., SIK., melalui Paur Subbag Humas Aiptu Hujaifah kepada wartawan menerangkan, upaya hukum terhadap para pelanggar protokol Covid-19 ini dilakukan sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2020, tentang pemberian denda bagi setiap pelanggar protokol Covid-19. “Ini merupakan perintah pimpinan satuan atas untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menggunakan masker,” ungkapnya.

Dalam razia perdana pada dua titik pusat keramaian seperti rumah sakit umum dan Pasar Induk, diakuinya tak sedikit warga yang ditemukan melanggar protokol Covid-19. Untuk mereka yang tidak membawa masker langsung dibebani denda, sementara yang lalai seperti memiliki masker namun tidak mengenakannya diberi sanksi sosial berupa hukuman menyapu sampah di jalan raya.

Sanksi tegas terhadap pelanggar ini, lanjut Hujaifah, tidak lain untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19. “Diterapkannya aturan seperti ini supaya ada efek jera, karena ini semua untuk kebaikan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Belasan Terjaring

Di Sumbawa, Dinas Satpol PP Sumbawa menggelar operasi penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan covid-19, Senin, 14 September 2020. Dalam operasi yang dipusatkan di Taman Mangga ini, terdapat belasan orang diberikan sanksi disiplin karena tidak menggunakan masker.

Dari 19 orang yang terjaring, 11 orang memilih sanksi kerja sosial menyapu taman, dan dua orang membayar denda. Sedangkan 6 orang lainnya diberikan teguran tertulis karena membawa masker tetapi tidak digunakan. Operasi ini juga bersamaan dengan razia kelengkapan surat serta pengaman bagi pengendara. Melibatkan TNI/Polri, Dinas Perhubungan dan pihak Pendapatan daerah.

Kasat Pol PP Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah awal dari  penerapan pendisiplinan protokol kesehatan. Menyusul telah  diterbitkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi  NTB Nomor 7 Tahun 2020. Kemudian diikuti dengan terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 43 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 khusunya di Kabupaten Sumbawa. (uki/jun/ind)