Puluhan Rumah Warga Amblas Diterjang Banjir di Huu

Tampak pemukiman warga di Desa Daha Kecamatan Huu, rusak akibat banjir bandang, Minggu, 28 Februari 2021.(Suara NTB/Ist Muttakun)

Dompu (Suara NTB) – Puluhan rumah warga di Desa Daha dan Marada Kecamatan Huu, amblas diterjang banjir bandang pada Minggu, 28 Februari 2021 Pukul 01.30 Wita. Intensitas hujan tinggi serta penggundulan kawasan hutan, dianggap pemicu utamanya. Meski tidak sampai menimbulkan korba jiwa atau luka-luka, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kepala Desa Daha, Fadlin dikonfimasi Suara NTB menyampaikan, bencana alam banjir yang dialami ratusan kepala keluarga ini, terjadi saat sebagian besar warga istirahat di rumah masing-masing. Hantaman air disertai lumpur yang cukup deras, membuat mereka seketika berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. “Beruntung tidak sampai  ada korban jiwa,” cetusnya.

Iklan

Meski tidak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka, bencana alam perdana di wilayah itu menyisakan beban besar bagi mereka. Pasalnya, 43 rumah warga di bantaran sungai amblas dan 60 unit lain rusak berat.

Sementara untuk fasilitas umum, lanjut dia, selain menjebol bantalan DAM Kaleli dan merusak jembatan penghubung Lakey-Dompu, bencana alam tersebut memporak-porandakan pagar masjid, saluran irigasi dan jaringan perpipaan air bersih sepanjang 5.000 meter. Pun menggenangi 50 Ha lahan pertanian serta menghayutkan sejumlah hewan ternak masyarakat. Untuk itu, pemerintah desa menaksir kerugian sampai miliaran rupiah.

Temuan dampak banjir ini, tegas Fadlin, baru di wilayah penguasaannya. Sementara untuk Desa Marada, masih belum diketahui jelas. “Sekarang masyarakat tinggal di tenda, sebagian ada yang menumpang di rumah keluarga,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Dompu, Jufri, ST., M. Si., yang berusaha dikonfirmasi Suara NTB via telepon tekait dampak kerusakan dan kondisi terkini warga di dua desa, masih belum memberikan jawaban.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Dompu, Ir. Muttakun yang sigap meninjau lokasi terdampak sejak pagi tadi menyampaikan, banjir bandang yang menggerus pemukiman warga ini, merupakan kejadian perdana di wilayah tersebut. Selain pengaruh intensitas hujan yang cukup tinggi, juga diakui sendiri para korban bahwa itu merupakan imbas dari penggundulan kawasan hutan oleh pelaku pembalakan liar. “Kerusakan hutan ini pemicu selain pengaruh intensitas hujan yang tinggi tadi malam,” ungkapnya.

Menyikapi persoalan warga yang kini diwakilinya di legislatif itu, ia sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengambil langkah tanggap darurat, seperti misalnya penyediaan dapur umum, tenda serta menghadirkan alat berat guna pembersihan sampah dan material bangunan tergerus banjir. “Intinya langkah tanggap darurat yang dibutuhkan  saat ini,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional