Puluhan Rumah di Kuripan Terendam Banjir

Rumah warga di Desa Kuripan terendam banjir, Selasa, 3 Agustus 2021.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Desa Kuripan, kecamatan Kuripan, Lombok Barat (Lobar)  mengeluhkan proyek irigasi di daerah itu. Lantaran proyek yang belum tuntas dikerjakan ini memicu terjadi genangan banjir.  Akibatnya, puluhan rumah warga yang ada di Dusun Tongkek Desa Kuripan  terendam banjir akibat dari luapan air yang ada di kawasan pemukiman warga.

“Air dari saluran irigasi yang meluap diduga karena adanya proyek perbaikan saluran irigasi yang dilaksanakan di Desa Kuripan Utara dan Desa Kuripan. Akibatnya hampir satu RT terendam air,” kata Kades Kuripan, Hasbi, Rabu, 4 Agustus 2021. Hasbi menjelaskan, di Kecamatan Kuripan ada proyek perbaikan saluran irigasi yang dimulai dari Desa Kuripan Utara sebagai  hulu dan Desa Kuripan sebagai  hilir.

Iklan

Proyek ini milik Pemkab Lobar  yang sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai kurang lebih sekitar Rp2 miliar.  “Tapi sebagian besar proyek ini ada di wilayah Desa Kuripan Utara, kita dapat sisanya di hilir, ” kata Hasbi.

Menurutnya, proyek ini harusnya tuntas mulai dari atas karena di Kuripan itu dapat bagian leter  U dari proyek ini. Jangan malah proyek ini terputus di perbatasan Kuripan Utara. Selebihnya proyek ini salurannya masih biasa. Tdak dilakukan seperti yang di Desa Kuripan Utara. ” Imbasnya sekarang Desa Kuripan yang menjadi hilir terdampak banjir, ” tegasnya.

Penyebab banjir ini diduga dari pemasangan jaring di saluran yang dipasang oleh pihak kontraktor pelaksana, di mana tujuan pemasangan jaring ini dilakukan untuk menjaga sampah, namun pemasangan jaring ini tidak dipasang secara utuh dan menyeluruh mulai dari hulu. Ini malah hanya pasangnya di hilir. “Kalau di Kuripan Utara kan dirabat jadinya semakin lebar. Kalau kita di Kuripan, dapatnya yang leter U dan semakin kecil,” paparnya.

Akibatnya, sampah yang hanyut dari hulu, terhambat oleh jejaring yang dipasang, akibatnya air tidak bisa mengalir sehingga air  naik ke jalan dan merendam rumah warga.” Kalau mau pasang jejaring, seharusnya dimulai dari hulu, bukan dipasang di hilir,  kalau mau aman dari banjir,” tegasnya. Untung nya warga bergerak cepat untuk bekerja gotong royong melakukan pengangkatan sampah yang terhambat di jejaring yang sudah  dipasang, sehingga air bisa mengalir dan banjir bisa segera surut. Jumlah rumah warga yang terdampak sebanyak 1 RT di dusun Tongkek. “Kalau kondisi seperti ini, wajar warga marah, karena tidak bisa kita salahkan, karena ini hujan pertama, makanya kita minta pemerintah untuk segera menangani proyek ini hingga tuntas, ” pintanya.

Pihaknya meminta kepada perusahaan pelaksanaan untuk bertanggung jawab atas dampak dari proyek yang dikerjakan. Pihaknya sudah menghubungi pihak pelaksana proyek dan Dinas PUTR Lobar sebagai penanggung jawab dari proyek ini. “Kita minta dinas PUTR untuk meminta rekanan bertanggung jawab atas proyek ini, ” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas PUTR Lobar sudah menerjunkan pegawai di dinas untuk turun melakukan pengecekan lapangan, Selasa siang. Hasil dari pengecekan nanti akan dibahas dalam rapat teknis.  Dalam rapat teknis nanti akan memanggil pihak kontraktor pelaksana proyek juga. “Sudah staf dinas cek ke lapangan, nanti kita rapat teknis untuk penanganan, ” kata I Made Arthadana, Kepala Dinas PUTR. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional