Puluhan Rumah di Desa Mertak Diterjang Banjir

Bantuan bagi warga terdampak banjir langsung disalurkan pemerintah daerah ke Desa Mertak, Pujut, Rabu, 20 Januari 2021.

Praya (Suara NTB) – Puluhan rumah di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), Rabu, 20 Januari 2021, diterjang banjir. Setelah hujan lebat mengguyur wilayah setempat sejak pagi. Buruknya kondisi saluran drainase didusun tersebut disinyalir jadi penyebab utamanya. Banyaknya saluran yang mampet membuat air meluap menggenangi rumah warga.

“Hasil pendataan awal ada sekitar 28 rumah warga yang terkena dampak,” sebut Danramil 1620-02/Pujut Kapten Cba Abdul Hamid, Rabu sore kemarin. Tidak hanya rumah warga, air setinggi lutut orang dewasa juga menggenangi sejumlah fasilitas umum. Termasuk akses jalan umum didaerah tersebut.

Iklan

Air sendiri mulai naik kepemukiman warga menjelang siang. Akibat luapan air dari saluran yang tersumbat sampah. Aparat TNI dan Polri bersama warga langsung melakukan pembersihan saluran yang tersumbat sampah, begitu hujan reda. “Sebagai bentuk tanggung jawab aparat TNI dan polri langsung turun membantu warga membersihkan saluran air,” sebutnya.

Tidak hanya itu, aparat juga bergerak melakukan aksi tanggap bencana. Dengan melakukan pendataan dan pengecekan baik personel maupun materil serta memantau perkembangan wilayah dan selanjutnya bersama instansi terkait melakukan tindakan penanganan lebih lanjut.

“Beberapa langkah yang dilakukan Babinsa diantaranya menyingkirkan timbunan tanah, membersihkan sampah di saluran irigasi, memotong dan menyingkirkan ranting-ranting yang terbawa air ke rumah warga,” terang Hamid.

Untuk meringankan beban warga yang terkena dampak, pemerintah daerha juga sudah mendistribusikan bantuan berupa terpal, hambal, mie instan, minyak goreng dan air mineral ke warga. Dengan dikawal langsung aparat TNI dan Polri. “Hingga saat ini (Rabu malam,red) air sudah mulai surut,” pungkasnya.

Selain Dusun Bumbang, Dusun Mertak Dusun Awang Desa juga sempat diterjang banjir. Juga karena buruknya kondisi saluran air. Selain menggenangi beberapa rumah warga, air juga menggenangi area Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Awang. Personil kepolisian bersama TNI juga sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisi yang ada.

“Ada dua saluran air pembuangan yang menuju ke laut. Namun kedua saluran tidak bisa menampung debit air yang tinggi akibat tingginya yang terus terus meningkat,” tambah Kapolsek Kuta Iptu Muh. Fajri, S.TrK. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional