Puluhan Proyek di Lombok Barat Belum Masuk ULP

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang melalui lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) masih belum signifikan. Pasalnya sampai dengan tanggal 18 April, dari 97 paket proyek senilai Rp 228.408.907.443 yang dikerjakan pada APBD murni tahun ini baru 2 paket yang sudah selesai lelang, 7 Paket proyek sudah masuk ULP, 36 paket proyek sedang dalam proses lelang. Sedangkan sisanya sebanyak 52 paket proyek belum masuk ULP. Puluhan paket ini terancam molor jika OPD tidak segera mengajukan dokumen ke ULP.  Dari puluhan paket proyek ini baru dua paket yang sudah dieksekusi di lapangan, padahal sudah memasuki tiwulan II.

Kabag Administrasi Pembangunan dan ULP Setda Lobar Heri Ramadan, M.Si., merincikan paket proyek bersumber dari DAU sebanyak 70 paket dengan nilai Rp 159.423.075.376. Dari jumlah paket ini, 35 paket belum masuk ULP, 3 paket sudah masuk ULP, sedang dalam proses lelang sebanyak 31 paket sisanya baru 1 paket yang sudah selesai lelang. Dari DAK jumlah paket proyek sebanyak 27 dengan anggaran Rp68.985.832.067. Dari puluhan paket proyek ini, baru 1 paket yang sudah selesai lelang, 5 Paket sedang proses lelang, sudah masuk ULP sebanyak 4 paket dan terbanyak belum masuk ULP sebanyak 17 paket.

Iklan

Dirincikan, puluhan proyek ini jelasnya tersebar di 16 OPD antara lain Dikbud sebanyak 5 paket dengan nilai Rp 7.6 miliar lebih, belum masuk ULP sebanyak 4 paket dan sedang dalam proses lelang 1 paket. Dinkes sebanyak 19 paket senilai Rp18.8 miliar lebih, dari jumlah paket ini sebanyak 17 paket belum masuk ULP. Dikes menjadi OPD paling banyak paket proyek sudah selesai lelang sebanyak 2 paket. Dinas PUTR sejauh ini dari 42 paket (paling banyak dibanding OPD lain) senilai Rp 175,2 miliar lebih, belum ada satupun  paket yang sudah selesai lelang, 10 paket belum masuk lelang, sudah masuk ULP 1 paket dan 31 paket proyek sedang proses lelang.

RSUD Tripat menangani 2 paket proyek senilai Rp1 miliar lebih, Dinas Perumahan dan Permukiman 1 paket senilai Rp250 juta,Dinas Perhubungan sebanyak 2 paket senilai Rp 8,9 miliar lebih. Dari jumlah paket ini belum satupun sudah selesai lelang. Diskominfo menangani 1 paket proyek senilai Rp450 juta dan belum masuk ULP. Dinas koperasi dan UMKM sebanyak 1 paket dengan nilai Rp 250 juta.

Dinas Kelautan dan Perikanan menangani 3 paket proyek senilai Rp 1,3 miliar lebih belum satupun tuntas lelang serta Dinas Sosial sebanyak 7 paket dengan total nilai Rp 3.5 miliar lebih belum satupun tuntas lelang. Bahkan belum satupun masuk lelang di ULP. Dinas Pertanian sebanyak 3 paket senilai Rp 2,3 miliar lebih, dari paket ini belum satupun masuk ULP. Dinas pariwisata sebanyak 2 paket senilai Rp 2.06 Miliar lebih belum satupun tunas lelang.

Sama halnya dengan Dinas Perindag, dari 5 paket proyek senilai Rp5,4 miliar lebih belum satupun tuntas lelang, lalu Sekretariat Dewan menangani satu paket senilai Rp250 juta belum masuk ULP serta Bappeda sebanyak 2 paket senilai Rp 540 juta belum masuk ULP. Terakhir BPKAD menangani proyek sebanyak 1 paket senilai Rp 2,3 miliar lebih belum masuk ULP.

Heri menjelaskan, sesuai arahan Pjs Bupati Lobar L. Saswadi agar semua lelang dipercepat agar sesuai dengan target waktu yang ditetapkan agar proyek tidak molor. Pasalnya saat ini sudah mau memasuki bulan kelima (pertengahan tahun) seharusnya capaiannya juga setengah dari target. Pihaknya menargetkan pekan depan sudah ada proyek yang berkontrak artinya langsung bisa dieksekusi di lapangan. Sedangkan yang lain masih dalam proses lelang.

Apakah proyek berpotensi molor? Menurutnya, dibandingkan tahun lalu jauh lebih molor dibandingkan saat ini sebab terdapat 50 paket Siap lelang. Sebagian diantaranya tak butuh waktu lama untuk proses lelang. Sehingga bulan depan semua bisa terkontrak dan proses lelang, dari target bulan Juni nanti ia menargetkan lebih dari 50 persen sudah terkontrak dan eksekusi. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here