Puluhan Pemilih di TPS Khusus Gagal Berikan Hak Suara

Panitia pemilihan di TPS khusus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Dompu, saat mengecek suhu badan warga binaan, Rabu, 9 Desember 2020.(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Puluhan pemilih di TPS khusus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Dompu, gagal memberikan hak suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Mereka terganjal proses penginputan data ke DPT, termasuk pengalihan sebagai pemilih pindahan atau DPPh.

Kasi Binadik dan Kegiatan Lapas Dompu, Murdahim, SH., kepada Suara NTB disela pemungutan suara menyebutkan, total warga binaan pemasyarakatan sampai saat ini tercatat 172 orang. Dua diantaranya merupakan anak dibawah umur yang belum memenuhi syarat untuk memilih, sedangkan 170 sisanya memiliki hak suara.

Iklan

Kendati mereka terdata di DPT pada daerah pemilihan masing-masing, hanya 93 orang yang bisa diakomodir hak suaranya. Itupun gabungan dari 74 orang WBP dan 19 pegawai dan anggota keluarganya. “Dengan begitu ada 96 orang warga binaan kita yang tidak bisa memberikan hak suara untuk Pilkada tahun ini,” terangnya.

Sebanyak 96 orang WBP yang gagal memberikan hak suaranya itu, lanjut dia, bukan karena tidak terdata di DPT KPU. Akan tetapi mereka memiliki hak pilih pada wilayah asal, pun sebagian ada yang terlambat diinput ke DPT oleh KPU.

Terhadap persoalan ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyelenggara agar surat suara pada TPS asal dialihkan TPS khusus untuk mengakomodir hak suara warga binaan. Namun demikian, sampai batas waktu pemungutan suara berakhir tidak ada kejelasan. “Karena ndak ada kejelasan, ya pemilih yang terdaftar di DPT ini saja akhirnya kita akomodir. Dari dulu begini saja kendalanya, padahal dari awal kami sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil dan KPU,” jelasnya.

Disinggung perolehan suara akhir, Murdahim menyebutkan, dari total 93 pemilih pasangan calon nomor urut 1 meraih 49 suara. Sedangkan nomor urut II 9 suara dan terakhir pasangan SUKA hanya 35 suara. Dengan hasil tersebut maka pasangan Hj. Eri Aryani-H Ihtiar dinyatakan unggul.

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Dompu, Drs. Arifuddin yang ditemui Suara NTB di kantornya untuk mengkonfirmasi persoalan di atas menghindar dari awak media dengan alasan sibuk. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional