Puluhan Pelamar CPNS Lotim Tak Hadir Tanpa Keterangan

Sejumlah peserta tes SKD CPNS tahun 2020, melihat pengumuman usai tes, Rabu, 5 Februari 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lombok Timur (Lotim) memasuk hari ketiga. Hingga, Rabu, 5 Februari 2020 tercatat puluhan pelamar yang tidak hadir. Kondisi inipun berdampak negatif bagi pelamar karena langsung gugur. Sementara jumlah pelamar CPNS di Lotim sebanyak 11.107 orang dan 4 di antaranya menggunakan hasil SKD tahun lalu, sehingga total yang mengikuti tes SKD CPNS tahun ini sebanyak 11.103 orang.

Ditemui Suara NTB di ruang kerjanya, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, Lalu Alwan Wijaya mengatakan, jumlah pelamar yang tidak hadir mengikuti tes pada hari pertama sebanyak 20 pelamar, hari kedua 32 orang dan hari ketiga sebanyak 31 pelamar.

Iklan

Dikatakan Alwan Wijaya, ketidakhadiran puluhan peserta tersebut tanpa keterangan serta terlambat datang, sehingga sangat tidak mungkin untuk masuk mengikuti tes setelah dispensasi waktu 15 menit terlampaui. Sehingga tidak ada toleransi bagi yang terlambat karena antara komputer di ruang Computer Asissted Test (CAT) dengan di registrasi sinkron dapat mengganggu peserta yang lain.

Sementara untuk peserta yang dapat lanjut ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi peserta yang memenuhi passing grade yang sudah ditentukan. Masing-masing sekolah/lembaga tempat dilamar akan dilakukan perankingan tiga besar passing grade tertinggi. “Nanti akan kita ambil tiga besar dari perankingan yang kita lakukan. Itulah nanti yang ikut SKB,”terang Alwan.

Dalam tahapan SKD CPNS ini menggunakan Computer Asissted Tes (CAT) sebanyak 100 unit dan dilaksanakan selama 23 hari sejak tanggal 3 sampai 25 Februari 2020 bertempat di gedung CAT kompleks Kantor BKPSDM Lotim. Adapun penerimaan formasi CPNS di Kabupaten Lotim tahun anggaran 2019 sebanyak 482 formasi. Dari 482 formasi ini didominasi oleh tenaga guru sebanyak 273 formasi, tenaga kesehatan 152 formasi dan sisanya 57 formasi tenaga teknis. Di mana untuk tahun ini Kabupaten Lotim hanya membuka untuk formasi umum dan tidak ada formasi khusus dengan usia maksimal 35 tahun. (yon)