Puluhan Pelamar CPNS Kota Mataram Absen Ikuti SKD

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi Sekda Kota Mataram, H. Effendi Eko Saswito, Asisten I Lalu Martawang dan Kepala BKPSDM Baiq Nelly Kusumati berbincang dengan peserta tes SKD seleksi penerimaan CPNS di ruang pembagian pin di SMKN 3 Mataram, Senin, 3 Februari 2020. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Hari pertama pelaksanaan tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkot Mataram, Senin, 3 Februari 2020. Puluhan pelamar absen mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD). Pelamar diingatkan tidak percaya calo yang menjamin kelulusan.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi Sekretaris Daerah, Dr. H. Effendi Eko Saswito, Asisten I Lalu Martawang, Asisten II Ir. H. Mahmuddin Tura, Asisten III Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Baiq Nelly Kusumawati serta pimpinan OPD lainnya memantau jalannya seleksi.

Iklan

Di ruang khusus pembagian pin. Ahyar menyapa dan memberikan motivasi kepada pelamar. Walikota menyampaikan, peserta yang mengikuti SKD berjumlah 4.611 orang merupakan pelamar yang lulus seleksi administrasi. Pelaksanaan tes yang diselenggarakan selama 10 hari dibagi menjadi lima sesi. Setiap sesi terdapat 100 peserta.

Pantauan di sesi pertama, 46 orang tidak hadir atau absen mengikuti tes. Belum diketahui alasannya karena tidak ada keterangan yang jelas dari peserta tes. “Cukup banyak tidak hadir. Ada peserta dari Lotim terlambat. Karena waktu tidak bisa ditoleransi,” jawab Walikota.

Puluhan pelamar yang absen mengikuti tes SKD bukan berarti minim sosialisasi. Kota Mataram sambung Walikota, paling gencar menggelar sosialisasi. Formasi yang dibutuhkan sebanyak 275 diharapkan bisa terisi semuanya. Jumlah itu merupakan formasi yang dibutuhkan oleh Pemkot Mataram.

Ahyar juga mengimbau pelamar tidak percaya calo. Dengan sistem saat ini, prosesnya dilaksanakan secara transparan. Tidak ada celah bermain – main. “Peserta tawakal mengikuti seleksi dengan baik,” katanya mengingatkan.

Admin penerimaan CPNS Kota Mataram, Hidayatullah menyebutkan, di sesi pertama sampai ketiga tercatat 69 peserta yang tidak hadir. Kebanyakan pelamar yang tidak hadir adalah formasi otomotif dengan kualifikasi sekolah menengah kejuruan (SMK). “Yang banyak tidak hadir itu formasi otomotif,” jawabnya.

Peserta seleksi CPNS, Sukran Jamil mengaku, waktu yang diberikan menjawab 100 soal tidak cukup. Dia kesulitan membagi waktu untuk mengerjakan soal. “Paling sulit itu TIU,” sebutnya. Sukron mendapatkan nilai 292. Dia mengharapkan bisa lulus passing grade, sehingga dapat mengikuti tes seleksi kompetensi bidang (SKB) selanjutnya. (cem)