Puluhan Nakes Gagal Divaksin, Sistem Aplikasi Proses Vaksinasi Masih Terganggu

Vaksinasi bagi nakes di Puskesmas Pelangan. Banyak nakes yang gagal vaksin, karena beberapa faktor.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Hingga Senin, 18 Januari 2021, banyak tenaga kesehatan (nakes) di Lombok Barat (Lobar) gagal divaksin Covid-19. Gagalnya nakes ini divaksin akibat beberapa faktor, seperti suhu tubuh tinggi, tekanan darah tinggi (tensi darah naik), hamil dan faktor lainnya. Nakes yang gagal divaksin tersebut tersebar di beberapa puskesmas dan rumah sakit.

Selain itu, pelaksanaan vaksinasi masih terkendala sistem aplikasi yang masih ngadat (gangguan), sehingga pemberian vaksin bagi nakes bulan ini terancam tidak bisa tuntas sesuai target. Kepala Bidang Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) pada Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar dr. Ahmad Taufiq Fathoni, Senin, 18 Januari 2021 mengatakan total nakes yang sudah divaksin sebanyak  97 orang.”Sedangkan yang gagal vaksin 37 orang,” sebut dia.

Iklan

Nakes yang tidak bisa divaksin ini tersebar di Rumah Sakit Tripat, Puskesmas Penimbung, Puskesmas Eyat Mayang dan di Puskesmas Pelangan. Mereka yang gagal vaksin akan menjalani vaksin setelah kondisi normal. Kecuali nakes yang hamil tidak bisa diberikan vaksin. Untuk jadwal pelaksanaan vaksinasi nakes ini, dilanjutkan Selasa dan seterusnya. Kemungkinan, kata dia, hari berikutnya lebih banyak lagi nakes yang divaksinasi.

Selain itu, kendala yang dihadapi dalam pemberian vaksin, yakni sistem aplikasi Covid-19 Peduli dari kementerian yang masih ngadat. “Aplikasi ini ngadat, karena saking banyaknya yang akses. Kadang nakes di Puskesmas Pelanggan dapat vaksinasi di Jakem, dan nakes di Jakem dapatnya di Sekotong. Dia diacak, tapi ini jadi masalah baru,” terang dia.

Persoalan ini yang perlu diantisipasi, sehingga Kemenkes pun akan membuat aplikasi lain untuk pelaksanaan vaksinasi ini.

Sejauh ini belum ada solusi terkait persoalan ini. Kondisi ini, jelas dia, mengakibatkan distribusi vaksin terganggu. Distribusi vaksin ini juga ada pelaporan menggunakan sistem aplikasi. Misalnya, akan didroping vaksin ke Puskesmas Pelangan sebanyak 100 dosis, akan tetapi kalau aplikasi lagi error tidak dibolehkan untuk mendistribusikan vaksin ke puskesmas. “Jadi bolehnya droping sesuai dengan pelayanan, paling tidak untuk dua hari pelayanan. Ini memang membuat teman-teman capek mengantar,” aku dia. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional