Puluhan KPM Dikeluarkan dari Penerima Rastra di Lobar

Ilustrasi (Rastra)

Giri Menang (Suara NTB) – 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Lombok Barat (Lobar) dikeluarkan dari daftar penerima bantuan beras sejahtera (rastra), menyusul hasil musyawarah desa (musdes) mereka dinilai sudah tidak berhak menerima bantuan. Akibat dikeluarkannya 70 KPM ini, penerima bantuan rastra pun berkurang dari  66.996 menjadi 66.926 KPM. Penyaluran bantuan sosial ini segera diaudit oleh BPK. Pihak BPK akan sudah turun ke sejumlah desa di Lobar untuk melakukan audit sasaran bantuan.    

Kepala Dinas Sosial Hj. Made Ambaryati, menjelaskan, pengeluaran warga dari penerima bantuan jelas dia, melalui proses verifikasi dan validasi (verivali) mengacu Basis Data Terpadu (BDT). Setelah itu desa desa melakukan musdes untuk mengeluarkan nama-nama warga yang tak berhak menerima bantuan.

Iklan

Apakah 70 KPM ini akan diganti? Menurut dia bisa saja diganti asalkan warga pengganti ini masuk BDT. Jika tidak masuk BDT yang diusulkan dari hasil musdes, maka desa harus sabar, karena pihaknya perlu mengusulkan ke pusat, sebab nanti BDT akan ditetapkan oleh Kemensos sekitar bulan Mei dan November. Bansos dari pusat, termasuk rastra mulai tahun ini akan diaudit. Lobar pun menjadi salah satu daerah lokasi audit BPK. Sebelumnya kata dia pihak Kemensos hanya melakukan pengecekan dengan uji petik penerima bantuan. “Namun kali ini pihak BPK akan melakukan audit, ada lima provinsi yang dipilih Kemensos, termasuk NTB,” jelas dia. (her)