Puluhan Kendaraan Plat Luar Daerah Terjaring Razia

Mataram (suarantb.com) – Razia penertiban kendaraan plat luar daerah pagi tadi, Jumat 17 Maret berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan NTB. Razia menyasar pengendara yang melewati Jalan Langko Mataram. Hasilnya sebanyak 79 kendaraan plat luar daerah terjaring razia.

Kabid Pengendalian dan Pembinaan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, Muh. Ikhwan yang memimpin razia ini menjelaskan tujuannya untuk mendata jumlah kendaraan plat luar daerah yang beroperasi di wilayah NTB. “Dari 79 plat ini, rinciannya yang terjaring itu untuk plat DK 33 kendaraan, plat B 23, plat L 10, plat D empat, plat KT dua,  plat AB dua, plat W satu, plat AG satu, plat DH satu dan plat N satu,” jelasnya pada suarantb.com.

Iklan

Pengendara motor, mobil hingga truk yang melaju di depan Kantor Dishub dipaksa berhenti dan diminta masuk ke area Kantor Dishub NTB untuk menjalani pemeriksaan oleh tim Operasi Gabungan (Opgab) yang terdiri dari gabungan aparat kepolisian, petugas dari Bappenda NTB dan Samsat Mataram. Pada pendataan awal, Bappenda mencatat sekitar 3 ribu kendaraan plat luar yang lalu lalang di NTB.

“Untuk hari ini, berapa yang masuk ya tinggal kita tambah. Target kita sampai semuanya terdata begitu,” katanya.

Kendaraan luar daerah yang terjaring dalam razia ini dicatat kemudian diberi tempelan stiker. Stiker menjadi bukti kendaraan tersebut telah didata pada pendataan periode triwulan I 2017. “Untuk yang terjaring razia dan menetap di sini, kita kasih waktu tiga bulan untuk mutasi atau balik nama. Nanti tiga bulan kita data lagi, dia harus sudah balik nama,” ujarnya.

Menurut Ikhwan, jika menetap di sini pemilik kendaraan plat luar harus segera melakukan mutasi atau balik nama. Mutasi mengubah plat dari luar daerah menjadi plat wilayah NTB, baik plat DR maupun EA. “Karena sangat tidak adil, kendaraannya beroperasi di wilayah NTB, tetapi pajaknya dibayar di luar. Sedangkan yang dilalui kan jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan desa semua itu,” jelasnya.

Untuk skala provinsi, razia plat kendaraan luar daerah ini dilaksanakan empat hari dalam sebulan. Kemudian di kabupaten/kota dilaksanakan dua hari dalam satu bulan. Dengan lokasi berpindah-pindah, bahkan pekan depan Ikhwan menyatakan akan melakukan razia di wilayah Lobar dan Loteng.

“Alhamdulillah dengan proses pendataan ini, sudah lumayan yang sudah melakukan balik nama. Kalau mereka balik nama, kita akan mendapatkan PAD baik dari Bea Balik Nama (BBN) maupun Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),” tambahnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here