Puluhan Inovasi Dipamerkan di Festival Desa Inovatif 2017

Mataram (suarantb.com) – Acara Festival Desa Inovatif resmi digelar hari ini, Kamis, 30 Maret 2017 bertempat di Taman Budaya. Festival ini dibuka Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, perwakilan Bank Dunia dan Kepala Dinas Pelayanan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMPD Dukcapil) NTB, H. Rusman.

Festival Desa Inovatif yang dilaksanakan pertama kali ini hanya fokus pada bidang kesehatan dan pendidikan. Dengan harapan, penyelenggaraan selanjutnya akan merangkum lebih banyak bidang. “Mudah-mudahan di tahun berikutnya akan ada festival desa inovatif untuk semua bidang, termasuk desa wisata,” ujar Rusman dalam sambutannya di hadapan sekitar 250 undangan yang hadir.

Iklan

Menurut Rusman, tujuan utama dari festival ini adalah menggalang komitmen dari beberapa pihak untuk menjamin kesehatan dan kecerdasan bangsa. Yang dilakukan melalui  keberlanjutan kegiatan pelayanan sosial dasar. Lebih jauh, tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan tema acaranya yaitu mewujudkan NTB sebagai destinasi wisata pengetahuan dan inovasi desa. Bukan hanya terkenal sebagai destinasi wisata halal, wisata kuliner dan lainnya.

“Oleh karena itu kita merujuk pada NTB sebagai destinasi wisata pengetahuan. Sekaligus mendorong masyarakat untuk terus berusaha yang lebih baik dan menghasilkan sesuatu yang inovatif di  masa depan. Dan memformulasikan road map bagi keberlanjutan Gerakan Sehat Cerdas (GSC) dan pertukaran pengetahuan di tingkat desa,” imbuhnya.

Sesuai dengan namanya, festival ini menampilkan ‘warung inovasi’ yang memamerkan berbagai inovasi desa dari tujuh kabupaten di NTB. Kabupaten Lobar menampilkan sepuluh inovasi, Loteng tujuh jenis, Lotim tiga jenis, KLU tiga jenis, Sumbawa Besar tiga jenis, KSB empat jenis dan Dompu empat inovasi.

“Jadi kita namakan warung, karena nanti pengunjung atau desa lain istilahnya bisa ‘membeli’ inovasi desa lain. Tapi belinya ndak pakai uang, ada kertas yang kita siapkan buat yang mau beli inovasi. Jadi nanti mereka bisa saling bertukar inovasi buat diterapkan di desanya masing-masing,” jelasnya.

Berikut adalah beberapa bentuk inovasi desa yang bisa ditawarkan oleh tujuh kabupaten tersebut. Inovasi ‘kontrak bidan untuk posyandu pemekaran’ yang ditawarkan Kabupaten Dompu, ‘jadwal bersama pelayanan kesehatan’ yang ditawarkan KSB, ‘menghadirkan kembali dokter keliling desa’ milik Sumbawa Besar, ‘pengelolaan sarana air bersih desa’ oleh KLU, ‘kelompok peduli ASI desa’ milik Lobar, ‘mengatasi pernikahan dini melalui sekolah satu atap’ ditawarkan oleh Lotim dan ‘kebijakan ternak kambing untuk pendidikan’ oleh Kabupaten Loteng.

Selain pameran inovasi, acara Festival Desa Inovatif ini juga dilengkapi dengan sarasehan bersama Dr. Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Sarasehan berlangsung siang ini dengan dimoderatori Indy Rahmawati, penyiar televisi nasional. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here