Puluhan Hotel Terancam Gagal Terima Bantuan Hibah

Ilustrasi Bantuan Dana.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sumbawa Barat, memastikan tidak semua hotel dan restoran terakomodir bantuan hibah Pariwisata. Sebab dari 43 hotel dan 40 restoran yang beroperasi, hanya 24 dan 30  restoran saja yang sudah membayar pajak sesuai dengan persyaratan penerima bantuan. Jumlah itupun diprediksi terus menyusut karena ada persyaratan lainnya.

“Memang tidak semua hotel bisa mendapatkan bantuan tersebut karena terkendala persyaratan dan kami (Disparpora) juga tidak bisa mengintervensi hal itu karena kebijakan langsung dari Pusat,” ungkap Kepala Dinas Parpora KSB, Ir. IGB Sumbawanto M. Si Kepada Suara NTB. Salah satu syarat yang banyak menggugurkan penerima bantuan tersebut yakni  Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Banyaknya pengusaha hotel dan restoran tidak bisa terakomodir bantuan dimaksud lantaran tidak membayar pajak dan belum memiliki TDUP. Apalagi para pengusaha baru sibuk membayar pajak setelah program tersebut diluncurkan, padahal sebagai syarat harus lunas bayar pajak di tahun 2019. Selain itu untuk TDUP ternyata tidak semua hotel terdaftar sebagai usaha pariwisata melainkan hanya usaha penginapan dan rumah makan saja. Terkait dengan persoalan tersebut pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena persyaratannya langsung dari Pusat dan daerah hanya bertugas menyalurkan saja. ” Memang syarat yang paling berat di TDUP dan Pajak, tetapi kami tetap akan upayakan jalan keluar terbaik atas persoalan tersebut,” imbuhnya.

Apalagi sampai dengan saat ini dari 24 baru tiga hotel saja yang sudah sesuai dengan syarat tersebut. Sementara sisanya masih dalam tahap verifikasi lanjutan di lapangan supaya penyaluran dana yang mencapai Rp4,1 miliar tersebut bisa tepat sasaran. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil review dari Inspektorat untuk penyaluran bantuan karena anggarannya sudah ada di Kas daerah. Jika review sudah tuntas dan jumlah hotel dan restoran sudah di SK kan baru akan disalurkan bantuan dan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pengusaha hotel dan restoran. “Data yang baru masuk baru tiga hotel yang sudah memenuhi syarat sementara sisanya masih dalam tahap verifikasi dan validasi,” pungkasnya. Seraya menargetkan paling lambat bantuan tersebut sudah tersalurkan sebelum pergantian tahun. (ils)