Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Narmada Terancam Gagal Tanam

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan hektar lahan pertanian di wilayah Narmada Lombok Barat (Lobar) terancam gagal tanam, menyusul longsor yang menimpa saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian milik petani setempat. Bahkan irigasi ini mengairi sedikitnya empat desa, yakni Peresak, Batukuta, Tanaq Beak dan Kramajaya. Irigasi yang mengalami longsor mencapai 10 meter menyebabkan air meluber tidak bisa mengalir ke lahan pertanian.

Warga setempat pun terpaksa bergotong-royong untuk penanganan sementara menggunakan karung berisi pasir secara swadaya, karena khawatir pada musim tanam II ini mereka tak bisa menanam.

Iklan

Kepala Desa Golong, H. M. Zainuddin, SE., mengakui, wilayahnya termasuk terkena dampak longsor tersebut. “50 hektar lebih lahan pertanian di wilayah kami terancam tidak bisa bercocok tanam pada musim tanam kedua ini,” kata Zainuddin.

Lebih jauh dijelaskan, kejadian longsor ini sudah terjadi Senin lalu, namun baru diketahui warga setelah curiga debet air irigasi mengalami penurunan. Warga pun mencari di mana titik yang macet, sehingga ditemukan lokasi longsor persis di Dusun Peninjauan sebelah barat PLTMH. Longsor yang disebabkan intensitas hujan ini lumayan besar, mencapai 10 meter ketinggian 20 meter dengan lebar 2 meter.

Untuk penanganannya, ratusan warga dari empat desa sudah bergotong royong memasang tanggul sementara dari karung berisi pasir. Sebab saluran irigasi ini, jelasnya, mengairi ratusan hektar lahan di empat desa tersebut. Jika tidak ditangani segera maka petani di wilayah ini tidak bisa bercocok tanam karena tidak ada air.

Talud saluran ini sudah dibangun sebelumnya, namun sudah lama sekali. Saluran ini diperuntukkan bagi masyarakat di daerah hilir. “Airnya dipakai untuk PLTMH lalu dipakai oleh petani,’’ jelas Ketua Forum Kepala Desa Narmada ini.

Pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Langkah penanganannya sudah diperintahkan ke BPBD untuk menindaklannjuti. Ia berharap agar segera dibangunkan saluran permanen sepanjang hampir 10 kilometer di beberapa desa setempat. Sebab di wilayah ini termasuk areal pertanian subur. Pihak warga juga berharap agar penanganan permanen pada APBD Perubahan ini.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib menyatakan longsor di saluran irigasi di wilayah Peninjauan telah dikoordinasikan untuk penanganan.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional