Puluhan Guru SMKN Model 1 Sikur Tuntut Kepala Sekolah Diganti

Selong (Suara NTB) – Puluhan guru di SMKN Model 1 Sikur turun ke jalan menuntut kepala sekolahnya, Lalu Yani Wardan,S.Pd,M.Pd, diganti. Tindakan tersebut dilakukan lantaran kepala sekolah dinilai bersikap arogan serta kerap membuat para guru tidak nyaman terhadap kebijakan-kebijakannya.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu guru di SMKN Model 1 Sikur, Yanis Saputra, Senin, 14 Mei 2018. Dijelaskannya, para guru merasa tidak nyaman terhadap kebijakan-kebijakan yang ditentukan oleh pihak sekolah. Ketidaknyaman yang dirasakan banyak alasan, mulai ketika pelaksanaan rapat antara guru dan kepala sekolah, masukan-masukan yang diberikan oleh para guru kerap ditolak oleh kepala sekolah. Padahal masukan-masukan yang disampaikan berupa program-program untuk kemajuan SMKN Model 1 Sikur yang lebih baik.

Iklan

Di samping itu, kepala sekolah yang seharusnya menjadi manajer sekolah dan pengayom bagi guru dan siswa sama sekali tidak melekat pada kepribadian kepala sekolah yang baru menjabat sekitar lima bulan itu. Padahal, para guru sangat bagaimana kepala sekolah selaku manajer sekolah, dapat menjadi pengayom bagi guru maupun siswa yang ada di SMKN Model 1 Sikur.

“Kepala sekolah baru menjabat sekitar 5 bulan sebelumnya menjabat di SMAN 1 Montong Gading. Tapi kita tidak nyaman atas tindakannya, ketika rapat kita diomelin seperti anak kecil,” terangnya, kepada Suara NTB, Senin, 14 Mei 2018.

Selain itu, lanjut dia, kepala sekolah sering melakukan intimidasi terhadap para guru. Terkait tindakan kepala sekolah yang terkesan arogan, para guru sebelumnya sudah berkomunikasi dengan kepala sekolah yang bersangkutan, bahkan sudah dilakukan mediasi dengan difasilitasi oleh UPT Dikmen Dinas Dikbud. Hanya saja, upaya itu tidak digubris oleh kepala sekolah yang bersangkutan, sehingga para guru melakukan aksi protes turun ke jalan menuntut kepala sekolah supaya diganti.

Sementara, Kepala SMKN Model 1 Sikur, Lalu Yani Wardan,S.Pd,M.Pd, mengklaim jika apa yang menjadi tuntutan para guru disebabkan adanya miskomunikasi antara dirinya dan para guru. Diakuinya, di dalam penataan sistem sekolah dengan gerak cepat tidak berjalan sebagaimana yang diharapkannya. “Memang tidak tepat saya memberikan kebijakan yang tepat. Semoga ke depannya, dengan adanya mediasi ini, program di sekolah tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kepala UPT Layanan Dikmen dan PK-PLK Lotim, H.Mashun, mengaku sudah mendapatkan laporan terkait polemik yang terjadi di SMKN Model 1 Sikur, di mana guru menuntut supaya kepala sekolah diganti. Mashun menyebutkan jika Dikmen sudah menurunkan tim untuk mencari kejelasan dari persoalan itu.

Ditegaskannya, persoalan ini menjadi atensi untuk segera diselesaikan. Untuk itu, rencananya, Selasa hari ini akan dilakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah yang bersangkutan untuk dilakukan klarifikasi. (yon)