Puluhan Desa di Sumbawa Rawan Kekeringan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Menjelang pergantian musim hujan ke musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa telah melakukan pemetaan sementara terhadap wilayah-wilayah yang rawan kekeringan. Meskipun belum ada laporan, namun terdapat puluhan desa di belasan kecamatan yang berpotensi terjadi kekeringan di tahun 2018 ini.

“Kami sudah melakukan pemetaan. Untuk sementara 26 desa di 12 kecamatan yang rawan terjadi kekeringan. Dimana daerah tersebut juga mengalami kekeringan di tahun lalu,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, M. Nurhidayat, S.T kepada wartawan, Kamis, 26 April 2018.

Iklan

Dipaparkannya, desa-desa tersebut yakni Desa Teluk Santong dan Desa Sepayung, Kecamatan Plampang. Desa Lape, Desa Dete, Desa Dete Bukit Tinggi, dan Desa Hijrah 1, Kecamatan Lape. Desa Langam Kecamatan Lopok, Desa Brang Kolong, Kecamatan Maronge. Desa Maman, Desa Pernek A, Desa Pernek B, Desa Mokong, Desa Marga Karya, dan Desa Semamung, Kecamatan Motyo Hulu. Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir. Desa Baru, Desa Pungkit, dan Desa Kukin Kecamatan Moyo Utara. Desa Pelat dan Desa Klungkung Kecamatan Unter Iwes. Desa Labuhan Badas dan Desa Luk Karya Kecamatan Labuhan Badas. Desa Pulau Kaung Kecamatan Buer, Desa Bungin Kecamatan Alas. Desa Mapin Kebak dan Desa Mapin Beru, Kecamatan Alas Barat.

Sejauh ini kata Dayat, belum ada laporan dari pihak desa ataupun kecamatan terkait adanya desa yang terjadi kekeringan. Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan. Diperkirakan kekeringan terjadi di bulan Juli atau Agustus mendatang, mengaca dari tahun sebelumnya. Sedangkan dari laporan BMKG potensi hujan masih terjadi di beberapa wilayah. Terkadang hujan turun di wilayah Selatan dan wilayah Barat Sumbawa.

“Kalau dilihat dari laporan BMKG, potensi hujan tetap masih selalu ada. Sekalipun kadang turun di wilayah Selatan Sumbawa, kadang turun di wilayah Barat,” tandasnya.

Guna mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih ini, pihaknya melakukan penyuplaian air bersih kepada masyarakat. Penyuplaian tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari kecamatan atau desa yang membutuhkan. Pihaknya sudah menganggarkan melalui APBD sebanyak 500 ribu liter. Kemudian sudah mengusulkan ke pemerintah pusat sebanyak 5 juta liter. Disisi lain, pihaknya juga sudah mendapatkan bantuan satu sumur bor yang ditempatkan di salah satu desa di Kecamatan Lape. Tahun ini, pihaknya juga akan mendapatkan bantuan satu sumur bor dan sedang dalam proses survey potensi air. “Tahun ini sudah ada satu sumur bor di Kecamatan Lape. Dengan berfungsinya sumur bor tersebut, berarti sudah ada dusun yang teratasi secara massive. Harapan kami, semua wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sumbawa ini bisa teratasi secara masif. Baik itu menggunakan sumur bor maupun dengan pipanisasi,” pungkas Dayat. (ind)