Puluhan Aktivis SMI Kembali Datangi DPRD NTB

Mataram (suarantb.com) – Puluhan Aktivis Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Mataram kembali mengepung Kantor DPRD Provinsi NTB, Jumat 30 September 2016. Puluhan aktivis tersebut menuntut DPRD NTB untuk mendesak Pihak STMIK Bumigora segera mencabut laporannya terhadap salah seorang mahasiswa yang diduga mencemarkan nama baik kampus.

Aksi tersebut berlangsung serentak di berbagai daerah di Indonesia. SMI se Indonesia dikabarkan menggelar aksi solidaritas terhadap Mahasiswa STMIK Bumigora yang dilaporkan pihak kampus.

Iklan

Salah seorang massa aksi, Bayu Aryadani menyebutkan DPRD NTB telah berjanji untuk memediasikan kembali pihak kampus dan mahasiswa. Namun pada kenyataannya DPRD NTB belum kunjung merealisasikannya.

“Kemarin DPRD berjanji untuk segera memediasikan kasus ini, dan mendesak Pihak Kampus STMIK Bumigora untuk mencabut laporannya. Namun hingga kini tidak direalisasikan. Kita tidak menggelar aksi sendiri. SMI seluruh Indonesia menggelar aksi solidaritas terhadap kriminalisasi Mahasiswa STMIK Bumigora,”ujar Bayu dalam orasinya.

Massa aksi ditemui Kabag Humas DPRD NTB. Kabag Humas menyampaikan bahwa permintaan mahasiswa akan dijadwalkan ulang Senin depan. Hal tersebut mendatangkan penolakan mahasiswa.

IMG-20160930-WA0001

Aksi unjuk rasa juga diwarnai teatrikal menggambarkan kriminalisasi gerakan mahasiswa. Sementara, puluhan aparat mengawal aksi unjuk rasa tersebut. Hingga beritaini ditulis, massa masih berada di Kantor DPRD NTB, dan berencana menjalankan salat Jumat di sana. (szr)