Puluhan Aktivis Gelar Aksi Solidaritas Terhadap Mahasiswa STMIK Bumigora

Mataram (suarantb.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Mataram menyambangi DPRD Provinsi NTB, Rabu, 24 Agustus 2016. Mahasiswa meminta DPRD Provinsi NTB untuk memfasilitasi pertemuan mahasiswa, Pihak Kampus STMIK Bumigora Mataram, dan Kepolisian terkait laporan pencemaran nama baik kampus yang diduga dilakukan salah seorang mahasiswa STMIK Bumigora.

Sebelumnya, mahasiswa semester VI STMIK Bumigora Mataram bernama Andriyan Rizki Saputra menempelkan selebaran berisi kritikan terhadap kampus, dan dilanjutkan dengan membagikannya pada media sosial facebook pada  tanggal 27 Juni lalu.

Iklan

Sebulan kemudian tepatnya 22 Juli, pihak kampus melaporkan Andriyan ke Mapolda NTB dengan tuduhan melanggar undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Andriyan dengan didampingi kuasa hukumnya menjalani pemeriksaan pada Senin lalu.

Muhammad Badawie salah seorang massa aksi menyebutkan, aksi yang mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Andriyan. Menurutnya, laporan yang dilakukan pihak kampus merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat mahasiswa, sehingga sepatutnya DPRD memfasilitasi pertemuan mereka dengan pihak STIMIK Bumigora.

“Aksi solidaritas ini kami lakukan untuk mahasiswa yang dilaporkan pihak kampus. Kami meminta DPRD untuk memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa, Pihak STIMIK Bumigora, dan Kepolisian,” ujarnya seusai menggelar aksi solidaritas.

Korlap Aksi, Toni Hartono kepada suarantb.com mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Andriyan. Mahasiswa menilai laporan oleh pihak kampus ke Polda NTB sebagai bentuk kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat yang telah dijamin undang-undang.

“Tuntutan kita agar Pihak Kampus STMIK Bumigora mencabut laporan terkait pencemaran nama baik kampus oleh kawan kita Andriyan. Terlapor juga sebagai Anggota SMI, sehingga kita Anggota SMI Komisariat Unram membangun solidaritas untuk memperjuangkan teman kami,” ungkapnya.

“Yang ditulis oleh kawan-kawan STMIK Bumigora yaitu terkait pendidikan yang sangat tinggi di STMIK Bumigora, juga mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis. Tapi itu justru dianggap pencemaran nama baik oleh pihak kampus,” lanjutnya.

Mahasiswa hanya ditemui Pihak Humas DPRD Provinsi NTB, dikarenakan anggota dewan saat ini berada di luar kota. pihak humas berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa pada dewan setiba mereka di Mataram.

Sementara Pembantu Ketua III STMIK Bumigora saat dikonfirmasi terkait laporan terhadap mahasiswa, tidak bersedia untuk diwawancara, pasalnya Ketua STIMIK Bumigora Mataram saat ini sedang berada di luar kota. Begitu juga dengan Pembantu Ketua I dan Pembantu Ketua II, belum berani memberikan keterangan sebelum Ketua STMIK Bumigora kembali.

Jumat pekan ini, dua mahasiswa STMIK Bumigora Mataram yang turut menempel selebaran akan dipanggil Pihak Kepolisian sebagai saksi. Kedua mahasiswa tersebut yakni Edi dan Amrul. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here